Plot
Rumah besar warisan Risang Wisangko, seorang kolektor direncanakan akan diperbaiki dan dijadikan museum. Rumah warisan itu menyimpan banyak benda kuno, termasuk arca, prasasti dan senjata tradisional dari era kerajaan-kerajaan masa lalu. Didampingi oleh Profesor Dirga dan Mayang, sekelompok karyawan, Nina, Hanna, David, Sandra, dan Ade ditugaskan untuk melakukan survei selama tiga hari dalam rangka perencanaan untuk sebuah proyek mengubah rumah tersebut menjadi museum. Sejak awal kedatangan mereka di rumah tersebut, Sandra berulang kali membahas mengenai koleganya Hanna yang video seks dengan mantan suaminya pernah tersebar secara viral di internet. Geram dengan perbuatan Sandra tersebut, David menegurnya di depan semua orang, sehingga menyebabkan terjadinya adu mulut di antara keduanya.
Sandra mendorong David, yang secara tidak sengaja menyebabkan terbukanya sebuah pintu rahasia di balik rak buku. Hal tersebut mengejutkan anak Risang, Randi dan Bian yang sama sekali tidak pernah tahu keberadaan ruangan tersebut. Mereka semua kemudian masuk ke dalamnya dan tiba di sebuah ruang bawah tanah yang berisi banyak barang-barang kuno yang diduga merupakan barang-barang yang hilang dari sebuah proses eskavasi arkeologi pada tahun 1970-an, termasuk di antaranya sebuah keris pusaka. Sandra memegang keris pusaka tersebut dan secara tidak sengaja teriris olehnya. Dengan cepat, dia kerasukan dan berbicara mengenai empu keris yang pada masa lalu dipaksa oleh Raja Samarotsaha untuk membuatkannya sebuah keris.
Lampu kemudian padam sejenak dan Sandra tiba-tiba telah berada di balik sebuah arca sambil berbicara dengan bahasa Jawa mengenai permintaan korban nyawa yang diminta oleh keris yang sedang dipegangnya. Sandra menyeret dan menusuk Prof. Dirga. Semua orang melarikan diri keluar dari ruang bawah tanah sambil memapah Prof. Dirga yang sedang terluka. Sandra mengejar mereka dan tidak mempan terhadap senjata yang sempat ditusukkan oleh David. Sandra berhasil menangkap Prof. Dirga, membunuhnya dan menghancurkan organ-organ tubuhnya. Penjaga rumah, Darmo, mencoba memeriksa keadaan ke dalam rumah, tetapi dengan cepat langsung terbunuh oleh Sandra.
Randi, Bian, David dan Mayang kembali ke ruang bawah tanah dan menemukan sebuah buku yang mengungkap bahwa keris tersebut memiliki kutukan di mana pemiliknya akan kehilangan akal sehatnya dan membutuhkan 7 orang korban sebelum berhenti dan kembali ke bentuknya semula. Sandra berhasil membunuh Nina dan melukai David. Sementara itu di ruangan lain, Randi yang marah akibat kata-kata Ade, membunuhnya dengan cara memukuli kepalanya. Mayang menemukan mayat Darmo dan mengambil kunci pintu rumah dan berhasil keluar ke taman bersama dengan David, Hanna dan Bian. Saat Sandra mengejar mereka dan akan menyerang Mayang, Hanna memotong bagian atas kepala Sandra menggunakan mesin pemotong rumput. Melihatnya masih belum mati, David menikam Sandra menggunakan keris pusaka. Kematian Sandra membuat David kerasukan dan membunuh Mayang. Randi, Hanna dan Bian kembali berlindung di ruang bawah tanah. Mereka kemudian menjebak David dan berhasil membunuhnya. Randi merasa bahwa sudah ada 7 korban yang telah terbunuh sehingga merasa bahwa bahaya sudah berlalu. Yang tidak disadari oleh Randi adalah bahwa Ade yang mati ditangannya tidak dibunuh oleh keris, sehingga total baru ada 6 korban yang diserap oleh keris. Tidak lama kemudian, Bian mulai kerasukan, sementara terjadi perkelahian antara Hanna dan Randi, yang berujung pada terbunuhnya Randi. Hanna kemudian memutuskan untuk menusuk dirinya sendiri menggunakan keris, karena merasa bahwa Bian akan punya kehidupan lebih baik ketimbang dirinya. Setelah kematian Hanna, keris pusaka kembali lurus dan kutukan pun berakhir.
Beberapa bulan kemudian, Museum Nusantara Wisangko dibuka untuk umum, di mana keris pusaka berdiri tegak di ruang bawah tanah.
Produksi
Ide cerita Pusaka mulai telah disiapkan sejak awal tahun 2023. Pada 11 November 2023, diumumkan bahwa Susan Sameh, Ajil Ditto, Shareefa Daanish, Ully Triani, Sahila Hisyam, Joseph Kara, Bukie B Mansyur, Shofia Sheren, Coki Anwar, dan Ikhsan Samiaji masuk ke dalam jajaran pemeran.[3]
Pengambilan gambar utama film dilakukan di Pasuruan, Jawa Timur pada November 2023,[3] dan selesai pada Desember 2023.[4]