Purnawan Junadi (lahir 11 Juni 1953) adalah seorang administrator akademis, politikus, dan dokter Indonesia. Ia adalah seorang profesor administrasi dan kebijakan kesehatan di Universitas Indonesia dan menjabat sebagai ketua sekolah pascasarjana universitas tersebut dari tahun 2004 hingga 2008. Saat ini, ia menjabat sebagai ketua Aliansi Telemedik Indonesia dan Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia.
Pendidikan
Purnawan lahir pada 11 Juni 1953 di Wates, Kulon Progo.[1][2] Beliau memperoleh gelar sarjana kedokteran dari Universitas Indonesia pada tahun 1978.[3] Selama berkuliha, Purnawan turut berkontribusi dalam majalah mahasiswa universitas tersebut, Aescalapius.[4] Ia memperoleh gelar master dan doktor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Michigan pada tahun 1987.[3]
Karier
Purnawan mengawali kariernya sebagai dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan spesialisasi manajemen pelayanan kesehatan. Ia mengajar perencanaan kesehatan regional, manajemen logistik, penilaian risiko dan solvabilitas sendiri, serta kepemimpinan strategis dan pemikiran sistem.[3] Ia kemudian mengaajar sekolah pascasarjana dan menjabat sebagai koordinator program pembangunan perkotaan.[2]
Purnawan terpilih sebagai ketua program pascasarjana universitas tersebut pada tanggal 30 Agustus 2004[2] dan mulai menjabat pada tanggal 6 September 2004.[5] Sebelum terpilih, ia sempat mengikuti seleksi sebagai dekan fakultas kesehatan masyarakat. Beliau mengumumkan rencananya untuk menyediakan sertifikat pascasarjana setelah setiap semester, dan meningkatkan jumlah staf pengajar.[2] Selama masa jabatannya, beliau diangkat sebagai guru besardalam administrasi dan kebijakan kesehatan di universitas tersebut pada tanggal 1 Desember 2006. Pidato pengukuhannya sebagai profesor penuh, berjudul Jalan Cerdas Menuju Sehat, dibacakan pada tanggal 1 September 2007.[6]
Selama pandemi COVID-19 di Indonesia, Purnawan bergabung dengan pemerintahan dan organisasi kedokteran. Ia ditunjuk sebagai Tim Ahli Evaluasi Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil yang bertugas langsung di bawah sekretariat wakil presiden Ma'ruf Amin.[9][10] Dalam posisinya, Purnawan menyampaikan kesulitan yang dihadapi pemerintah untuk meningkatkan penurunan tingkat stunting.[11]
Beliau menjabat sebagai ketua Aliansi Telemedik Indonesia. Selama kepemimpinannya, organisasi tersebut terlibat dalam mempromosikan telemedis di Indonesia. Beliau mengawasi perluasan layanan telemedis di luar pulau utama Jawa di Indonesia dan dukungan untuk layanan telemedis selama kebijakan pembatasan sosial.[12] Dalam rangka meningkatkan efektivitas penanganan pandemi COVID-19, Aliansi Telemedis Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Kesehatan[13] dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.[14] Purnawan juga menjabat sebagai ketua Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan di bawah Ikatan Dokter Indonesia.[15] Di bawah kepemimpinannya, lembaga tersebut menerbitkan panduan untuk program pendidikan kedokteran berkelanjutan.[16]
Kehidupan pribadi
Purnawan menikah dengan Jenni Christiani dan memiliki dua orang anak.[butuh rujukan]
Referensi
↑"Data Calon Anggota DPR". Komisi Pemilihan Umum. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Oktober 2021. Diakses tanggal 7 Juni 2025.
↑Content Intelligence. "Caleg DPR RI Dapil X Jawa Timur"[Calon Anggota DPR Daerah Pemilihan 10 Jawa Timur]. Infogram. Infogram. Diakses tanggal 7 Juni 2025.