Pulau ShangchuanPantai Pasir Terbang (飞沙滩) di pesisir timur Pulau Shangchuan.
Pulau Shangchuan (Hanzi:上川岛; Pinyin:Shàngchuāndǎo, juga dikenal sebagai "Schangschwan", "Sancian", "Sanchão", "Chang-Chuang", "Pulau St. John's" atau "Pulau St John"[1]) merupakan pulau utama dari Kepulauan Chuanshan yang terletak di pesisir selatan Guangdong, Tiongkok.
Secara administratif, pulau ini merupakan bagian dari Chuandao (川岛镇), Kota Taishan. Pulau ini berjarak 14 km dari daratan utama. Dengan luas 139,87km2, pulau Shangchuan menjadi pulau terbesar di provinsi Guangdong setelah pulau Hainan (yang juga merupakan pulau terbesar di Tiongkok) menjadi provinsi tersendiri pada tahun 1988. Pulau ini juga memiliki populasi sekitar 16.320 orang.
Pulau Shangchuan dikenal sebagai tempat meninggalnya Fransiskus Xaverius. Saat ini, pulau tersebut menjadi objek pariwisata di provinsi Guangdong.
Sejarah
Lukisan kematian Santo Fransiskus Xaverius oleh Francisco Goya.Cetak biru dari Kapel Makam Santo Fransiskus Xaverius di Shangchuan Dao oleh Achille-Antoine Hermitte, yang selesai dibangun pada tahun 1869.
Menurut catatan yang ditemukan di Catatan dari Penyatuan Ming Agung (大明一統志code: zh is deprecated ) tahun 1461, pulau ini dikenal sebagai Shangchuan Shan (上川山code: zh is deprecated ) pada masa Dinasti Ming.[2][3]
Pulau Shangchuan menjadi lokasi pangkalan pertama yang dibentuk oleh Imperium Portugal di pesisir Tiongkok pada abad ke-16. Portugal kemudian mengabaikan pangkalan tersebut setelah diberi pos dagang resmi dan tetap di Makau oleh pemerintah Tiongkok pada tahun 1557.
Pada tanggal 3 Desember 1552, misionaris Yesuit asal NavarraFransiskus Xaverius meninggal di pulau Shangchuan. Ia meninggal ketika ia menunggu kapal yang akan membawanya ke Tiongkok daratan. Untuk mengenang akan kematiannya, sebuah kapel dibangun di pulau tersebut oleh Achille-Antoine Hermitte pada tahun 1869.[4]
Geografi
Pulau Shangchuan telah terlepas dari daratan utama sejak zaman es. Pulau ini dekat dengan pulau Xiachuan, yang terletak di bagian baratnya. Kedua pulau ini, dengan beberapa gili kecil membentuk kepulauan Chuanshan.
Pulaun Shangchuan memiliki garis pantai sepanjang 217km dengan luas daratannya mencapai 139,87km2. Penduduk pulau ini berjumlah sekitar 16.320 jiwa yang tersebar di dua daerah pemukiman, yakni Dalangwan dan Shadi (沙堤). Shadi sendiri merupakan pelabuhan nelayan yang terletak di pesisir barat daya pulau.
Iklim
Data iklim Pulau Shangchuan, ketinggian 22m (72ft), (1991–2020 normal, ekstrim 1981–2010)
Pulau Shangchuan dan Xiachuan telah ditetapkan sebagai "Kawasan Percobaan Pariwisata Terbuka Terintegrasi" (旅游开发综合试验区, pinyin: lǚyóu kāifā zōnghé shìyàn qū). Salah satu lokasi wisata di pulau tersebut ialah Feisha Beach Resort (飞沙滩旅游区code: zh is deprecated ) yang merupakan resor pariwisata komersial yang terletak di pesisir timur.
Transportasi
Pulau Shangchuan terhubung dengan Guanghai, Haiyan (Shanju) and pulau Xiachuan. Akses antar pulau dan dengan daratan utama disediakan oleh Pelabuhan Shanzui.
↑Shi Weile, ed. (2005). Zhongguo Lishi Diming Da Cidian (中国历史地名大词典)[Dictionary of Chinese Historical Place Names] (dalam bahasa Tionghoa). China Social Sciences Press. hlm.173. ISBN7-5004-4929-1.
Guillemin, Philippe François Zéphirin (1870). Lettres sur l'erection de la chapelle de S. François Xavier dans l'île de Sancian et autres faits récents de la mission (dalam bahasa French). Rome: Imprimerie de la Propagande, P. Marietti. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Masson, Matthieu (2019), "Sancian: Landscape and Architecture in the Burial Place of St. Francis Xavier", Tianzhujiao Yanjiu Xuebao 天主教研究學報 n.10, 173–222.
De Caro, Antonio (2025). “Pilgrims to Shangchuan Island: (Re-)Constructing a Holy Topography and Celebrating St. Francis Xavier (1688–1933)” in From Europe to Overseas: Saints, Martyrs, Heroes, Models andSoft Power in an Early Modern Global Perspective, edited by Michela Catto and Eleonora Rai. Refo500 Academic Studies series (Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2025), 123–137. (DOI: https://doi.org/10.13109/9783666502057.123)