Pulau Ballast, yang juga dikenal sebagai Pulau Barasu (Jepang: バラス島, romanized:Barasu-shimacode: ja is deprecated ), adalah sebuah pulau karang kecil tak berpenghuni atau cay di gugusan Yaeyama di lepas pantai daratan utama Jepang, yang terletak di antara Pulau Iriomote dan Pulau Hatoma. Pulau ini berada di pusat terumbu karang yang terutama tersusun oleh spesies-spesies karang batu dari genus Acropora, dengan yang paling banyak adalah Acropora muricata. Setidaknya empat spesies ikan gobi telah ditemukan di pulau ini, serta satu spesimen belut morai Gymnothorax ryukyuensis.
Dua pulau kecil di lokasi tersebut telah terbentuk pada dekade 1960-an. Pemutihan massal karang terumbu dari Juli hingga September 1998 menyebabkan kedua pulau kecil itu menyatu, suatu proses yang dipercepat oleh dampak beberapa topan pada 1998 dan 1999. Pulau Ballast mencapai luas daratan maksimum sekitar 10.000–20.000 meter persegi (2,5–4,9 acre) pada akhir 1999, sebelum terus menyusut selama tahun-tahun berikutnya. Pada 2016, pulau tersebut memiliki luas permukaan sekitar 2.000–2.400 meter persegi (0,5–0,6 acre), ukuran yang dipertahankannya sejak 2009. Meskipun tidak berpenghuni, pulau ini dikunjungi dalam tur snorkeling yang berangkat dari Pulau Iriomote, sehingga pengunjung dapat mengakses terumbu karang di sekitarnya.
Sejarah
Catatan lokal menyebutkan bahwa pulau-pulau telah ada di lokasi saat ini setidaknya sejak dekade 1960-an, meskipun bentuk dan topografinya mengalami perubahan yang cukup besar akibat topan dan angin muson tahunan.[1] Pada awalnya, Pulau Ballast terbagi menjadi dua pulau kecil yang tersusun dalam arah timur-barat, dengan luas daratan gabungan berkisar antara 470–2.700 meter persegi (5.100–29.100 kaki persegi).[2] Nama Pulau Ballast merujuk pada komposisi pulau yang berkerikil, menyerupai ballast kapal.[3]
Peristiwa pemutihan karang berskala besar melanda terumbu karang tersebut dari Juli hingga September 1998, yang menyebabkan penumpukan karang mati selama musim-musim berikutnya. Luas daratan yang berada di atas permukaan air meningkat tajam pada awal 1999 ketika dua pulau kecil menyatu membentuk Pulau Ballast. Tiga topan pada 1998 dan 1999 kemungkinan turut berkontribusi terhadap penumpukan karang yang cepat di pulau tersebut. Pulau ini mencapai ukuran terbesarnya pada November 1999, yakni sekitar 10.000–20.000 meter persegi (2,5–4,9 acre), sebelum luasnya terus menurun pada tahun-tahun berikutnya.[4] Pada 2001, luas pulau telah menyusut menjadi sekitar 5.400–7.700 meter persegi (1,3–1,9 acre), kemungkinan akibat penyebaran sedimen di perairan sekitarnya. Sepanjang dekade 2000-an, luasnya bertahan pada kisaran 4.700–7.700 meter persegi (1,2–1,9 acre), sebelum menurun menjadi 2.000–2.400 meter persegi (0,5–0,6 acre) pada 2009, dan sejak itu tetap berada di kisaran ukuran tersebut.[5]
Tur snorkeling yang berangkat dari Pulau Iriomote diselenggarakan di sekitar Pulau Ballast dan Pulau Hatoma.[6]
↑"エメラルドグリーンの海に浮かぶ、地図にない"幻の島"へ――沖縄、バラス島". JAL Skyward Plus (dalam bahasa Japanese). July 30, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 29, 2024. Diakses tanggal February 28, 2024. ちなみに「バラス」というのは船や気球の重心を安定させるために積む砂利などの重しや、線路の枕木の安定のために敷く小石などを指す「バラスト」から転じた言葉で、砂利や砕石の呼び名。 Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)