Di pulau inilah, agen Inggris melatih jawara-jawara setempat untuk mempertahankan diri dari serbuan Belanda pada tahun 1615. Penduduk pulau mengejutkan Belanda dengan serbuan balik tak terduga yang memakan korban 200 jiwa. Setahun kemudian, Belanda dapat menguasai pulau ini. Belanda kemudian membalas dendam kepada penduduk pulau, hampir segenap penduduknya dibantai, dan hanya sebagian kecil yang berhasil melarikan diri. Setelah itu, dibangun Fort der Wrake (Benteng Pembalasan Dendam), dan pulau ini kemudian dihuni oleh budak dan tawanan.