Proses Birkeland–EydeReaktor yang digunakan di Rjukan dari tahun 1916 hingga 1940 dengan kapasitas 3000 kW (di luar Museum Ilmu dan Teknologi Norwegia)
Proses Birkeland–Eyde adalah salah satu proses industri yang pernah digunakan untuk memproduksi pupuk berbasis nitrogen.[1] Proses ini dikembangkan oleh ilmuwa Norwegia Kristian Birkeland bersama dengan rekan bisnisnya, Sam Eyde, pada tahun 1903.[2] Metode ini didasarkan pada metode yang dibuat oleh Henry Cavendish pada tahun 1784.[3] Proses ini digunakan untuk mengikatnitrogen (N2) menjadi asam nitrat (HNO3). Asam nitrat yang dihasilkan lalu dijadikan sumber nitrat (NO3−) dalam reaksi
HNO3 → H+ + NO3−
yang mungkin berlangsung di air atau penerima proton lainnya.
Proses ini relatif tidak efisien, sehingga pada tahun 1910-an dan 1920-an proses ini digantikan oleh kombinasi proses Haber dan proses Ostwald. Proses Haber memproduksi amonia (NH3) dari nitrogen molekuler (N2) dan hidrogen (H2). Amonia yang dihasilkan dari proses Haber lalu diubah menjadi asam nitrat (HNO3) melalui proses Ostwald.[6]
↑Eyde, Sam (1909). "THE MANUFACTURE OF NITRATES FROM THE ATMOSPHERE BY THE ELECTRIC ARC—BIRKELAND-EYDE PROCESS". Journal of the Royal Society of Arts. 57 (2949): 568–576. JSTOR41338647.
↑Birkeland, Kr. (1906). "On the oxidation of atmospheric nitrogen in electric arcs". Transactions of the Faraday Society. 2 (December): 98. doi:10.1039/tf9060200098. ISSN0014-7672.