Setelah bubarnya Uni Soviet, Pravda dihentikan penerbitannya oleh Boris Yeltsin, Presiden Rusia kala itu. Sebagaimana nasib perusahaan-perusahaan negara lainnya pasca-bubarnya Uni Soviet, Pravda juga mengalami kesulitan keuangan dan sempat dibeli oleh perusahaan keluarga dari Yunani. Partai Komunis Federasi Rusia akhirnya mengambil alih kepemilikan koran itu pada tahun 1997 dan mengembalikan fungsinya menjadi corong partai utama. Pada masa keemasannya, penjualan koran ini bisa mencapai jutaan eksemplar per hari dibandingkan dengan saat ini yang per harinya hanya dicetak 100.000 eksemplar.[1]