Praksis merupakan transliterasi dari kata πρᾶξιςcode: el is deprecated dari bahasa Yunani (kata ini berasal dari bentuk dasar kata kerja πράσσεινcode: el is deprecated , prasseincode: el is deprecated yang berarti "melakukan, melaksanakan"), yang bermakna "tindakan, perilaku, praktik, dan perbuatan".[1] Lebih spesifik, kata "Praksis" ini dapat dimaknai sebagai:
praktik atau penerapan, yang berbeda dari suatu konsep teori, seni, ilmu pengetahuan, dsb.;
Secara sederhana, kata "Praksis" ini dimaknai pula sebagai bentuk amal atau perbuatan yang manusia lakukan.
Ortopraksis
Para penulis Kekristenan Timur, terutama mereka yang beraliran Ritus Bizantium, memaknai istilah "Praksis" sebagi bentuk penerapan atau amal baik manusia atas keimanan yang dimilikinya, baik dalam kehidupan keseharian, kebiaraan, dan peribadatan.
Praksis merupakan hal terpenting dalam memahami Ritus Bizantium, yang diikuti oleh Gereja Ortodoks Timur dan Gereja-Gereja Katolik Timur. Hal ini disebabkan oleh Praksis yang merupakan komponen dasar untuk menjelaskan bahwa iman dan amal perbuatan manusia adalah keterikatan yang tidak dapat dipisahkan. Praksis merupakan bagian terpenting dalam spiritualitas umat Kekristenan Timur, bahkan St. Maksimus Pengaku Iman mengatakan bahwa "Teologi dan keimanan tanpa tindakan sama dengan teologi dan keimanan iblis."[3][4][5]