Tumbuhan merupakan eukariota yang termasuk dalam kerajaanPlantae; sebagian besar di antaranya bersifat fotosintetik. Artinya, tumbuhan memperoleh energi dari cahaya matahari dengan memanfaatkan kloroplas yang berasal dari hasil endosimbiosis dengan sianobakteri, guna menghasilkan gula dari karbon dioksida dan air melalui pigmen hijau yang disebut klorofil. Beberapa pengecualian terdapat pada tumbuhan parasit yang telah kehilangan gen untuk klorofil dan kemampuan fotosintesis, sehingga memperoleh energi dengan bergantung pada tumbuhan lain atau jamur. Sebagian besar tumbuhan bersifat multiseluler, meskipun terdapat beberapa alga hijau yang bersel tunggal.
Diperkirakan terdapat sekitar 380.000 spesies tumbuhan yang telah dikenal, dengan sebagian besar di antaranya, sekitar 260.000 spesies, merupakan penghasil biji. Tumbuhan menunjukkan keragaman luar biasa dalam ukuran, mulai dari sel tunggal hingga pohon tertinggi di dunia. Tumbuhan hijau berperan penting dalam menghasilkan sebagian besar oksigen molekuler di Bumi. Gula yang yang dihasilkan tumbuhan menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar ekosistem di Bumi. Makhluk hidup lainnya, termasuk hewan, baik secara langsung sebagai pemakan tumbuhan maupun tidak langsung, sangat bergantung pada tumbuhan.
Durian adalah nama tumbuhantropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya. Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari genusDurio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). (Selengkapnya...)
"... bahwa cabai terasa pedas karena mengandung zat yang disebut kapsaisin?"
"... bahwa bangsa Inca di Peru adalah orang-orang pertama yang membudidayakan kentang pada sekitar tahun 200 SM? Kentang yang mereka tanam berbeda-beda ukurannya, dari sebesar kacang hingga sebesar apel, dengan warna keemasan, merah, biru, dan hitam. Bangsa Inca juga menggunakan kentang untuk mengukur waktu. Satuan waktu ditetapkan dengan berapa lama dibutuhkan untuk memasak kentang."
"... bahwa kentang adalah makanan yang sangat populer di berbagai tempat di dunia sekarang? Kentang ditanam di 125 negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia."