Sasapuan yang juga disebut sebagai Polygala, daun susu atau bunga remason adalah genus besar tumbuhan berbunga yang termasuk dalam famili Polygalaceae. Genus ini tersebar luas di sebagian besar dunia,[1] terutama di zona beriklim sedang dan tropika.[2] Nama genus ini berasal dari bahasa Yunani kuno "banyak susu", karena tumbuhan ini dianggap dapat meningkatkan hasil susu pada sapi.[3]
Deskripsi
Seperti yang dijelaskan secara tradisional, Genus ini mencakup tumbuhan semusim dan tumbuhan menahun, perdu, tumbuhan merambat, dan pohon.[1] Akarnya sering kali memiliki aroma yang mirip dengan gandapura.[2] Helaian daun umumnya tidak terbagi dan bermata halus, serta tersusun bergantian pada sebagian besar spesies. Bunga majemuknya adalah rangkaian beberapa bunga berbentuk bunga tandan atau berujung runcing, spesiesnya sesekali menghasilkan bunga soliter.[2] Bunganya berbentuk bilateral, dengan dua kelopak bunga besar seperti mahkota bunga di sisinya yang sering disebut "sayap",[2] dan tiga kelopak kecil di belakang. Ada tiga mahkota bunga berwarna ungu kemerahan, kuning, atau putih yang menyatu di bagian pangkalnya. Yang paling bawah dari ketiganya adalah mahkota yang "berbentuk perahu, cucullate (seperti tudung), atau berbentuk helm".[1] Kelopak berbentuk perahu mungkin memiliki paruh atau pinggiran di ujungnya.[2] Benang sari dan putiknya berada dalam lekukan kelopak berbentuk perahu. Buahnya berbentuk kapsul, terkadang bersayap, dan berisi dua biji,[1] biasanya berwarna hitam, berbulu dan berujung salut biji putih besar.[2] Tidak ada anggota genus ini yang diketahui membentuk nodul pengikat nitrogen.[4]
Ekologi
Spesiesnya digunakan sebagai pakan oleh larva beberapa spesies Lepidoptera termasuk kupu-kupu Pyrgus alveus.
Taksonomi
Genus ini pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1754. Studi filogeni menunjukkan bahwa seperti yang dibatasi secara tradisional genus ini tidak monofili. Genus ini telah menjadi "takson keranjang sampah"; hampir semua spesies dengan bunga yang tampaknya mirip dengan subfamili Faboideae, yakni dua sepal lateral petaloidnya membentuk "sayap", dua kelopak membentuk "standar", dan satu kelopak membentuk "lunas", ditambah kapsul buah bilokular ditempatkan di genus ini. Sedangkan spesies dengan ciri-ciri yang lebih terspesialisasi (khususnya pada buah), ditempatkan pada genus lain. Pada tahun 2011, John Richard Abbott memisahkan beberapa genus yang lebih jelas dari genus ini.[5]
Spesies
Sebagian karena perbedaan batasan, jumlah spesies valid yang dilaporkan dalam genus ini bervariasi, mulai dari sekitar 350,[6][6] 500,[1][2] 725,[7] hingga 730.[8] Benua Amerika memiliki spesies paling banyak, terutama Amerika Selatan,[8] benua Afrika menempati urutan kedua dalam keanekaragaman, dan Asia menempati urutan ketiga.[7] Pada April 2020, Plants of the World Online menerima sekitar 660 spesies dalam genus ini.[9]
Beberapa spesiesnya dihargai dalam budidaya. Polygala × dalmaisiana yang berupa perdumalar hijau, telah memperoleh Penghargaan Garden Merit dari Royal Horticultural Society.[10]
↑Dilworth, M. J. (2008). Nitrogen-fixing leguminous symbioses (dalam bahasa Spanyol). Dordrecht: Springer. ISBN978-1-4020-3548-7. OCLC226076050.
↑Abbott, J. Richard (2011). "Notes on the disintegration of Polygala (Polygalaceae), with four new genera for the Flora of North America". Journal of the Botanical Research Institute of Texas. 5 (1): 125–137. JSTOR41972495.