Sejarah
Plaza Mulia didirikan di bekas lahan sebuah bioskop bernama Parahyangan. Mal sudah memulai operasional sejak tanggal 10 September 2009,[1] tetapi baru diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak pada tanggal 3 Mei 2010.[3]
Plaza Mulia terdiri atas 5 lantai dan dibangun di atas lahan seluas 46.649 m2. Mal ini dahulu memiliki 3 penyewa kunci, yakni Hypermart di Lantai G, Matahari Department Store di Lantai UG dan 1, dan CGV Cinemas di Lantai 3. Diresmikan pada tanggal 4 Desember 2019, CGV Plaza Mulia terdiri atas 4 auditorium dengan fasilitas Sweetbox Seat dan 1 auditorium naratama Satin Class. Bioskop tersebut memiliki kapasitas 885 kursi.[4] Selain pusat perbelanjaan, Plaza Mulia juga menaungi Masjid Syekh Mahmuddin dan hotel berbintang 4 yang memiliki 10 lantai dengan kapasitas kamar sebanyak 138, ditambah dengan fasilitas kolam renang, rumah makan, dan ruang pertemuan. Hotel ini dibuka pada tanggal 1 Mei 2015 dengan nama Hotel Selyca Mulia Samarinda,[5] sebelum diganti namanya menjadi Five Premiere Hotel Samarinda per tanggal 1 Januari 2024.[6]
Sempat mengalami kejayaan pada tahun 2010-an, Plaza Mulia mulai kehilangan popularitasnya semenjak pandemi Covid-19 dan saat ini dapat dikategorikan sebagai mal mati.[7] Hypermart menutup gerai mereka pada tanggal 7 Februari 2022.[8] Hampir keseluruhan mal sudah kosong akan penyewa, dan semua eskalator, kecuali satu yang menghubungkan Lantai 2 dengan CGV di Lantai 3, sudah dimatikan.[9]
Pada tanggal 29 Agustus 2024, Bankaltimtara resmi melelang bangunan mal ini dengan nilai Rp501,170 miliar.[10]