PiyālaPiyāla dari zaman Dinasti QingSebuah piyāla sederhana
Piyāla[a] adalah mangkuk keramik kecil yang penting bagi tradisi minum teh di seluruh Asia Tengah.[1] Bentuknya mirip dengan chawan yang dipakai dalam tradisi minum teh ala Asia Timur.[2]Piyāla biasanya dipakai untuk minum teh, minuman lain seperti kymyz juga dapat diminum menggunakan piyāla, meskipun umumnya minuman selain teh, baik dingin maupun panas biasanya menggunakan mangkuk ukuran besar yang bernama kese.
Bentuk dan fungsi
Tanpa gagang dan relatif datar,[3]piyāla mudah disusun dan ditumpuk, menjadikannya sebagai barang yang nyaman dibawa dalam perjalanan jauh oleh masyarakat nomaden Asia Tengah. Masyarakat Kyrgyz menutup Piyāla yang sudah disusun dengan kesekap, kain yang penuh hiasan dan pola-pola yang indah. Kain ini berbentuk seperti bulan sabit, dengan rumbai-rumbai di kedua ujungnya yang berbentuk lonjong. Kesekap memiliki tali untuk mengikat lubangnya. Kesekap menjadikan membawa mangkuk sebagai hal yang praktis saat bepergian.[4]
Sejarah
Masyarakat Asia Tengah mengenal piyāla dari Tiongkok. Piyāla dan berbagai jenis porselen datang dan diperdagangkan melalui Jalur Sutra. Sebelum masyarakat Kazakh memproduksi porselen sendiri, mereka bergantung pada impor dari Tiongkok.[5] Arkeologi menunjukkan bahwa pada akhirnya mangkuk seperti piyāla telah dapat diproduksi di Asia Tengah itu sendiri.[6]
Piyāla dalam upacara minum teh
Minum teh merupakan tradisi yang mengakar di Asia Tengah,[2] termasuk Uzbekistan. Seorang istri dari pasangan yang baru menikah harus menyajikan teh dalam suatu upacara yang mengundang keluarga dekat, kerabat, dan tetangga. Para pengunjung yang diundang ini akan mengamati sembari menilai kelihaian sang istri dalam menjamu tamu. Para tetua dalam keluarga akan memperhatikan dengan detail bagaimana ia menuangkan teh. Istri yang bertindak sebagai "pelayan" ini sekaligus mempertunjukkan kebolehannya kepada perempuan-perempuan yang lebih muda, sebagain sarana mereka belajar dan mempersiapkan diri.[7]
Upacara minum teh selalu dimulai dengan menuangkan teh dari cerek atau teko ke piyāla. Dua tuang yang pertama akan selalu dikembalikan ke cerek. Tuangan ketigalah yang dianggap layak untuk diminum.[7] Jika "pelayan" menuangkan teh terlalu banyak, dia akan dianggap tidak menghormati yang dilayaninya, karena teh akan cepat dingin mengingat piyāla agak ceper dan lebar. Budaya melayani di upacara minum teh ini menuntut sang pelayan untuk memberikan perhatian lebih dengan cara menuangkan teh dalam jumlah yang cukup atau pas sehingga teh selalu segar dan hangat.[7]
Catatan
↑Benda porselen ini dikenal dengan banyak nama, yaitu piyālaPersia: پیالهcode: fa is deprecated , Kurdi: پیاڵەcode: ku is deprecated , Urdu: پیالcode: ur is deprecated ); (Uzbek: piyolacode: uz is deprecated , IPA:[pɨjɒlá]); piala (Rusia: пиа́лаcode: ru is deprecated [pʲɪˈalə]); chini (Kyrgyz: чыныcode: ky is deprecated , Kazakh: шыныcode: kk is deprecated , Turki: çinicode: tr is deprecated ); atau kasa (Bashkir: каса, romanized:kasacode: ba is deprecated , Tatar: касә, romanized:kasäcode: tt is deprecated )
↑Башҡорт теленең һүҙлеге[Kamus Bahasa Bashkir] (dalam bahasa Bashkir). Vol.2. Moskow. 1993. hlm.482. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
↑"Кесекап". 4 September 2015. Diarsipkan dari Казак жомоктору asli tanggal 24 April 2016. Diakses tanggal 18 November 2025.;
↑Alimbaev, N.; Akhmetov, A.K., ed. (2011). "Kese"[Kese]. Qazaqtyn︠g︡ ėtnografii︠a︡lyq kategorii︠a︡lar, ūghymdar men ataularynyn︠g︡ dăstu̇rlī zhu̇ĭesī (dalam bahasa Kazakh). Almaty: Qazaqstan Respublikasy Memlekettīk Ortalyq Muzeĭī. ISBN9786017026219. Diakses tanggal 18 November 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Oʻzbekiston milliy ensiklopediyasi (dalam bahasa Uzbek). Vol.1. Tashkent: National Encyclopedia of Uzbekistan State Scientific Publishing House. 2000.