Menara Pirelli (bahasa Italia:Grattacielo Pirellicode: it is deprecated , juga disebut "Pirellone"), adalah gedung pencakar langit 32 lantai setinggi 127m (417ft) di Milan, Italia. Luas lantai bangunan sekitar 1.900m2 (20.000sqft), dengan panjang 755m (2.477ft) dan lebar 205m (673ft).[5] Konstruksinya berkapasitas sekitar 30.000m3 (1.100.000cuft) beton. Berat bangunan mendekati 70.000 ton metrik (77.000 ton pendek) dengan kapasitas keseluruhan sekitar 125.324m3 (4.425.800cuft).
Dicirikan oleh kerangka berstruktural, fasadberdinding tirai dan sisi meruncing, gedung ini adalah salah satu pencakar langit pertama yang tidak memakai teknik bentuk balok biasa.[6] Setelah selesai dibangun, gedung ini menjadi yang tertinggi di Italia[7] tetapi pada tahun 1961, status gedung tertinggi dicabut setelah Mole Antonelliana menambah atap puncaknya. Sejarawan arsitektur bernama Hasan-Uddin Khan memujinya sebagai "salah satu gedung tinggi paling elegan di dunia" dan sebagai salah satu dari "beberapa gedung tinggi Eropa [yang] pantas memakai gelar gedung pencakar langit".[8]
Pada tahun 1950, Alberto Pirelli, presiden dan pemilik perusahaan ban raksasa Pirelli, menginisiasi agar gedung pencakar langit dibangun di daerah di mana pabrik pertama perusahaan itu berdiri pada abad ke-19. Proyek ini dikembangkan oleh arsitek bernama Gio Ponti, dengan bantuan Pier Luigi Nervi dan Arturo Danusso.
Pembangunan menara dimulai pada tahun 1956 ketika Italia mengalami ledakan ekonomi yang sangat menanjak. Menara ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan rendah di sebidang tanah segi lima. Setelah selesai pada tahun 1958, gedung ini menjadi simbol tidak hanya Milan, tetapi juga pemulihan ekonomi Italia setelah Perang Dunia II. Dengan total tinggi 127m (417ft), Pirelli menjadi gedung tertinggi di Italia setelah Mole Antonelliana hingga tahun 1995. Perusahaan menjual gedung itu kepada pemerintah wilayah Lombardia pada tahun 1978. Gedung ini juga merupakan kantor dari Dewan Wilayah Lombardia.
Pada sore hari tanggal 18 April 2002, pesawat Rockwell Commander 112 yang terdaftar di Swiss menabrak gedung tersebut. Pesawat itu rupanya dijadwalkan terbang dari Locarno ke Milan. Pesawat itu kekurangan bahan bakar dan Bandara Linate sedang mempersiapkan pendaratan darurat sebelum kecelakaan itu, tetapi pilot tiba-tiba tersesat dan menabrak gedung. Pilot dan dua orang di dalam menara tewas dalam kecelakaan itu. Gedung ini kemudian diperbaiki terutama di bagian struktural dan gaya bangunan sedikit diubah.[10]