Artikel ini ditulis menyerupai opini penulis Wikipedia mengenai suatu topik, alih-alih pendapat para ahli.. Bantulah menyuntingnya dengan menghapus bagian tersebut dan menuliskannya sesuai dengan gaya penulisan ensiklopedia.
Seorang perwira elektoteknis sedang memantau sistem sensor dan alarm pada kapal
Perwira elektroteknis adalah salah satu jabatan penting di atas kapal.[2] Perwira elektroteknis bertanggung jawab langsung kepada kepala kamar mesin.[3]
Perwira elektroteknis tidak diwajibkan berjaga di kamar mesin, tetapi diwajibkan bersiaga untuk dipanggil sewaktu-waktu. Pada siang hari, perwira elektroteknis biasanya melakukan perawatan, perbaikan, diagnosis, pemasangan, dan pengujian.[2][4][5]
Sejumlah perusahaan pengapalan tidak mempekerjakan perwira elektroteknis di atas kapal, sehingga tugas-tugasnya diemban oleh masinis (biasanya masinis II).[6] Tetapi sejumlah perusahaan pengapalan telah menyadari bahwa sistem kelistrikan dan elektronik modern di atas kapal memerlukan perhatian khusus, sehingga perlu mempekerjakan seseorang yang ahli untuk menangani sistem tersebut.
International Maritime Organization (IMO) mengamendemen STCW 95 (juga dikenal sebagai Amendemen Manila) pada tanggal 25 Juni 2010, untuk memperkenalkan jabatan perwira elektroteknis sebagai bagian dari perwira mesin.[7] Amendemen tersebut dilakukan untuk mengakomodasi munculnya sistem kelistrikan canggih dan kompleks di atas kapal.[7]
Pada kapal besar, seperti kapal pesiar atau kapal lepas pantai khusus,[4] perwira elektroteknis dapat dibagi menjadi sejumlah tingkatan, sesuai tanggung jawab yang diembannya. Pada kasus tersebut, hanya perwira elektroteknis dengan tingkatan tertinggi lah yang bertanggung jawab langsung kepada kepala kamar mesin.[3] Pada kapal khusus seperti FPSO, perwira elektroteknis dapat memperoleh gaji yang tinggi, karena kompleksitas dari sistem yang ada di atas FPSO.[6] Perwira elektroteknis yang bertugas di FPSO pun diharapkan memiliki kualifikasi tambahan di bidang instrumentasi, kendali, dan rekayasa proses.[6]