Perusahaan ini memproduksi kertas untuk pencetakan, penulisan, dan pengemasan. Perusahaan ini juga memproduksi kemasan yang terbuat dari kertas, bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi kertas, dan peralatan pengemasan.[1]
Oji Paper Company didirikan oleh Shibusawa Eiichi pada tanggal 12 Februari 1873 dengan nama Shoshi Kaisha (抄紙会社code: ja is deprecated ). Perusahaan ini kemudian mulai mengoperasikan pabrik di Ōji pada tahun 1875, dan di Shizuoka pada tahun 1889. Pada tahun 1893, Shibusawa mengubah nama dari perusahaan ini menjadi Oji Paper.[5]
Pada tahun 1933, Oji Paper bergabung dengan Fuji Paper dan Karafuto Industries, sehingga perusahaan hasil penggabungan memproduksi 80% dari total kertas bergaya Barat di Jepang.
Pasca Perang Dunia II, untuk mencegah bisnis anti-kompetisi, sesuai Undang-Undang Desentralisasi Kekuatan Ekonomi Berlebih, perusahaan hasil penggabungan dibagi menjadi tiga perusahaan, yakni Tomakomai Paper, Jujo Paper, dan Honshu Paper.
Pada tahun 1952, Tomakomai Paper mulai mengoperasikan pabrik baru di Kasugai, Aichi dan mengubah namanya menjadi Oji Paper Industries. Pada tahun 1960, Oji Paper Industries mengubah namanya menjadi Oji Paper. Oji Paper lalu mengakuisisi sejumlah kompetitornya, seperti Kita Nippon Paper, Nippon Pulp Industries, dan Toyo Pulp.
Pada tahun 1993, Oji Paper bergabung dengan Kanzaki Paper untuk membentuk New Oji Paper. Pada tahun 1996, New Oji Paper bergabung dengan Honshu Paper untuk membentuk Oji Paper.
Pada tahun 2012, Oji Paper beralih menjadi perusahaan induk, sehingga mengubah namanya menjadi Oji Holdings Corporation.[5]
Pada bulan September 2024, Oji Fibre Solutions mengumumkan bahwa mereka akan menutup pabrik daur ulang pulp dan kertasnya di Auckland pada pertengahan bulan Desember 2024. Walaupun begitu, perusahaan ini akan tetap mengoperasikan pabrik Kinleith di dekat Tokoroa.[6] Perusahaan ini juga mengkonfirmasi bahwa mereka akan memindahkan pemrosesan limbah kertas daur ulangnya dari Selandia Baru ke pabriknya di Banting, Malaysia. Pemerhati lingkungan Malaysia, Lay Peng Pua, pun menyatakan kekhawatirannya bahwa peningkatan volume limbah kertas akan mengotori Sungai Langat di dekat pabrik tersebut.[7]
Pada pertengahan bulan November 2024, Oji Fibre Solutions mengusulkan penghentian pemrosesan kertas di pabrik Kinleith di Tokoroa pada tahun 2025, sehingga memberhentikan 230 orang pekerja. CEO Oji, Jon Ryder, menyatakan bahwa produksi kertas tidak lagi menguntungkan, tetapi pabrik tersebut akan tetap memproduksi pulp. Perusahaan ini menyatakan bahwa mereka akan berkonsultasi dengan para pekerja dan mengkonfirmasi keputusannya pada pertengahan bulan Januari 2025.[8]
Pabrik Fuji Paper ca 1890
Referensi
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Oji Paper.