Setelah kekalahan Jepang dalam Pertempuran Sattelberg, pasukan Angkatan Darat Australia menyerang pasukan Jepang di sekitaran Finschhafen. Tekanan besar dari perahu-perahu PTAngkatan Laut AS, angkatan darat Australia dan pesawat Sekutu membuat sistem logistik Jepang ambruk, menimbulkan penyakit, malnutrisi dan privasi bagi para prajurit Jepang. Sementara itu, sistem sublik Sekutu menghadapi masalah keadaan tanah dan iklim, terutama cuaca tak menentu dan angin muson yang menghalangi dan terkadang menghambat pengiriman suplai melalui laut.
Dexter, David (1961). The New Guinea Offensives. Australia in the War of 1939–1945, Series 1—Army. Volume VI (Edisi 1st). Canberra: Australian War Memorial. OCLC2028994.