PT Pertamina Patra Niaga adalah anak perusahaan dari Pertamina yang bergerak di bidang perdagangan olahan minyak bumi. Hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki delapan kantor regional dan mengelola puluhan depot minyak milik Pertamina yang tersebar di seantero Indonesia.
Sejarah
Perusahaan ini didirikan oleh Pertamina pada bulan Februari 1997 dengan nama PT Elnusa Harapan, dengan bisnis awalnya di bidang penyimpanan, pengangkutan, dan penjualan BBM. Pada tahun 2004, nama perusahaan ini diubah menjadi PT Patra Niaga, dan pada tahun 2012, nama perusahaan ini diubah menjadi seperti sekarang. Pada tahun 2014, perusahaan ini mulai mengembangkan Patra Batu Bintang Commercial Estate di Dumai. Pada tahun 2017, perusahaan ini mengakuisisi tangki penyimpanan BBM milik Shell di Gresik yang berkapasitas 30.000 kiloliter.[4]
Pada tahun 2020, perusahaan ini ditunjuk sebagai induk subholding Komersial & Perdagangan di lingkungan Pertamina, yang beranggotakan PT Pertamina Lubricants, PT Pertamina Retail, dan Pertamina International Marketing & Distribution Pte Ltd.[5][6] Pada bulan Agustus 2021, BPH Migas resmi mengalihkan penugasan penyediaan dan pendistribusian solar bersubsidi, Premium, dan minyak tanah dari Pertamina ke perusahaan ini sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 69 tahun 2021.[7] Pada bulan Desember 2024, bersama UCOllect, perusahaan ini meluncurkan program pengumpulan minyak jelantah di sejumlah SPBU agar kemudian dapat diolah menjadi biofuel oleh Kilang Pertamina Internasional.[8]
Kantor regional
Hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 8 kantor regional sebagai berikut:
Keterangan:* COCO (company owned and operated): Istilah pengelolaan stasiun pengisian bahan bakar yang dikelola oleh PT Pertamina Retail.
CODO (company owned and dealer operated): Istilah pengelolaan stasiun pengisian bahan bakar yang dimiliki oleh PT Pertamina Patra Niaga, namun dikelola oleh pihak ketiga.
DODO (dealer owned and operated): Istilah pengelolaan stasiun pengisian bahan bakar yang dikelola oleh pihak swasta.