Perpustakaan Digital Dunia atau World Digital Library (WDL) adalah perpustakaan digital antarnegara yang dikelola oleh UNESCO dan Library of Congress (Perpustakaan Kongres) milik Amerika Serikat. Perpustakaan ini diresmikan pada tanggal 21 April 2009 dan dimaksudkan sebagai sumber rujukan dokumen primer berbagai dokumen penting dunia yang bisa diakses dengan bebas biaya.
Misi pembentukan perpustakaan ini adalah untuk mengembangkan pemahaman antarbangsa dan -budaya, memperluas kandungan variasi dan isi pada internet, menyediakan bahan dasar pengajaran bagi pengajar, sarjana, dan peminat umum, serta untuk memperkuat kemampuan lembaga-lembaga mitra untuk mempersempit kesenjangan digital intra- maupun antarnegara.[1] Sebagai tujuan adalah untuk mengembangkan dokumen non-bahasa Inggris dan non-barat di internet, dan membantu penyediaan bahan penelitian akademik. Dalam wawancara dengan majalah Nature, Direktur WDL, John van Oudenaren, menyatakan bahwa sebagian besar generasi muda di dunia banyak memperoleh informasi melalui media elektronik. WDL berusaha menjadi salah satu sumber informasi ini. Selain itu, WDL juga menjadi upaya untuk lebih mendorong negara berkembang memacu digitalisasi arsip dan dokumen sejarah berharga yang mereka miliki.[2]
Perpustakaan ini menyediakan berbagai material sumber primer dari berbagai kebudayaan dunia secara bebas biaya dan dalam format multibahasa, seperti manuskrip, peta, buku langka, partiturmusik, rekaman, film, cetakan, foto, rancangan arsitektur, dan berbagai bahan budaya lainya.[3][4][5]
Pada saat peluncurannya, perpustakaan ini memiliki 1.170 material dengan antarmuka menggunakan tujuh bahasa yang dipakai di PBB.[6]
Sejarah dan Konsep
Setelah hampir 20 tahun tidak berpartisipasi, Amerika Serikat kembali membentuk delegasi permanennya di Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada tahun 2003.[7]James H. Billington, yang saat itu menjabat sebagai Pustakawan Kongres Amerika Serikat, ditunjuk sebagai komisaris Komisi Nasional Amerika Serikat untuk UNESCO dan diundang untuk menyampaikan pidato pleno pada konferensi perdananya pada Juni 2005.[8][9][10] Dalam pidatonya yang berjudul A View of the Digital World Library, ia mengemukakan gagasan bahwa koleksi-koleksi penting yang selama ini dilestarikan oleh lembaga, perpustakaan, dan museum dapat dihadirkan kembali kepada masyarakat dunia secara gratis dalam bentuk digital yang lebih mudah diakses secara universal dibandingkan bentuk sebelumnya.[11] Google menjadi mitra pertama dalam kemitraan pemerintah-swasta tersebut dan menyumbangkan dana sebesar 3 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung pengembangan World Digital Library (WDL) pada tahun 2005.[12]
Pada konferensi tahunan Komisi Nasional tahun 2006, John Van Oudenaren, penasihat senior WDL di Library of Congress, memaparkan rencana pengembangan proyek untuk mewujudkan gagasan Billington. Salah satu prinsip utama proyek ini adalah melibatkan para mitra dalam perencanaan empat bidang utama, yaitu arsitektur teknis, seleksi koleksi, tata kelola, dan pendanaan.[13] Pada Desember 2006, sebanyak 45 direktur perpustakaan nasional, direktur teknis perpustakaan, serta perwakilan bidang budaya dan pendidikan dari UNESCO berkumpul di Paris untuk membahas pengembangan WDL. Dalam pertemuan tersebut, dibentuk sejumlah kelompok kerja guna menangani tantangan pada masing-masing bidang proyek.[14]
Kelompok-kelompok kerja tersebut bertemu sepanjang paruh pertama tahun 2007 dan melibatkan para profesional di bidang perpustakaan digital, termasuk ilmu komputer, ilmu perpustakaan dan informasi, pengembangan web, serta penggalangan dana. Hasil kerja mereka dipresentasikan kepada kelompok besar WDL pada Juli 2007.[15] Temuan dari proses perencanaan tersebut kemudian disampaikan dalam sidang ke-34 Konferensi Umum UNESCO di Paris, Prancis, pada Oktober 2007.[16][17]
Pada awal September 2008, Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) menyetujui kerja sama dengan Library of Congress dalam pengembangan WDL.[18] Sekretaris Jenderal José Miguel Insulza menandatangani Contributor Agreement bersama James Billington dalam sebuah upacara di markas besar OAS.[19][20]
World Digital Library resmi diluncurkan pada 21 April 2009 di kantor pusat UNESCO di Paris, Prancis.[21][22] Pada tahun 2020, piagam WDL berakhir. Pada tahun berikutnya, Library of Congress memindahkan koleksi WDL ke situs utamanya dan mengarsipkan situs wdl.org. Hingga Desember 2025, domain wdl.org mengarahkan pengguna ke koleksi di situs Library of Congress yang tampak tidak lagi diperbarui secara aktif.[14][23][24]
Koleksi
Beberapa koleksi awal yang dipamerkan meliputi:
Hikayat Genji, karya sastra Jepang abad ke-11 yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai novel pertama di dunia[25]
Peta Waldseemüller, peta paling awal yang mencantumkan nama “America”[30][31]
Kodeks Gigas; Des Sauvages karya Samuel de Champlain mengenai perjalanan ke Prancis Baru pada tahun 1603 (Des Sauvages: ou voyage de Samuel Champlain, de Brouages, faite en la France nouvelle l'an 1603)[25]
Rekaman suara seorang mantan budak di Amerika Serikat yang berusia 101 tahun, yang leluhurnya pernah diperbudak oleh Thomas Jefferson[25]
(Raśmi-vimala-viśuddhaprabhā-dhāraṇī atau The Dhāraṇī of the Pure Stainless Light Rays) merupakan teks ritual Buddhis yang berfungsi sebagai pelindung serta sarana transformasi spiritual.[26]
Foto-foto langka dari era Kekaisaran Tiongkok, Kesultanan Utsmaniyah, dan Kekaisaran Rusia[26]
↑Department Of State. The Office of Electronic Information, Bureau of Public Affairs. "The United States Rejoins UNESCO". 2001-2009.state.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-21.
↑Department Of State. The Office of Electronic Information, Bureau of Public Affairs (2004-11-23). "Members". 2001-2009.state.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-21.
↑Department Of State. The Office of Electronic Information, Bureau of Public Affairs. "A View of the Digital World Library". 2001-2009.state.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-21.
↑UNESCO. (2007). Records of the General Conference, 34th session, Paris, 16 October - 2 November 2007, v. 1: Resolutions. UNESDOC Digital Library. UNESDOC Digital Library
↑UNESCO. (2007). 34th session of the UNESCO General Conference Ministerial Round Table on Science and Technology for Sustainable Development, 26 and 27 October 2007, Paris; Communiqué. UNESDOC Digital Library. UNESDOC Digital Library