Lokasi Perpustakaan Lama (Old Library) di pusat kota Oxford
Bodleian Library (Perpustakaan Bodleian) adalah perpustakaan riset utama Universitas Oxford, salah satu perpustakaan tertua di Eropa, dan di Britania Raya merupakan yang terbesar kedua dalam kapasitasnya setelah British Library dengan koleksi lebih dari 11 juta barang.[1][2][3] Dikenal oleh para ilmuwan di Oxford sebagai "Bodley" atau hanya "the Bod", di bawah perundangan "Legal Deposit Libraries Act 2003" merupakan salah satu dari enam perpustakaan "legal deposit" untuk karya-karya yang diterbitkan di Britania Raya[4][5] dan di bawah Hukum Irlandia perpustakaan ini berhak meminta satu salinan dari setiap buku yang diterbitkan di Republik Irlandia.[6] Perpustakaan Bodleian beroperasi terutama sebagai perpustakaan rujukan dan pada dasarnya dokumen-dokumen tidak boleh dibawa keluar dari ruang-ruang baca.[7][8]
Setiap kolese di Oxford mempunyai perpustakaan masing-masing, di antaranya sudah didirikan sebelum pendirian perpustakaan Bodleian. Dalam sejarahnya, perpustakaan kolese seluruhnya independen dari Bodleian. Namun, pada tahun-tahun terakhir semua perpustakaan ini dibawa ke dalam satu payung "Oxford University Library Services" (OULS), dan sekarang sebagai kumpulan perpustakaan "Bodleian Libraries", di mana perpustakaan Bodleian hanyalah salah satu darinya.[9]
Vernon Manuscript (Oxford, Bodleian Library, MS Eng. poet.a.1), naskah paling panjang dan terpenting yang masih ada dalam tulisan bahasa Inggris Tengah ("Middle English").[10][11]
Buku-buku cetakan individual
Alkitab Gutenberg, ~ 1455, satu dari hanya 21 salinan lengkap yang masih ada di dunia.[12]
Kepala Perpustakaan Bodleian dikenal dengan sebutan Bodley’s Librarian. Pustakawan pertama, Thomas James, dipilih oleh Thomas Bodley pada tahun 1599 dan kemudian dikukuhkan oleh universitas pada tahun 1602.[14][15] Thomas Bodley berpendapat bahwa pustakawan ideal haruslah seorang sarjana yang tekun, dapat dipercaya, aktif, bijaksana, berpendidikan, menguasai bahasa, serta tidak memiliki beban pernikahan maupun jabatan gerejawi.[16] Namun, Thomas James berhasil meyakinkan Bodley dan kemudian memperoleh pengecualian sehingga tetap dapat menikah dan menjabat sebagai rektor Gereja St Aldate di Oxford.[15] James menyatakan bahwa koleksi Bodleian Library tidak tertandingi di tempat lain.[17]
Secara keseluruhan, terdapat 25 orang yang pernah menjabat sebagai Bodley’s Librarian, dengan tingkat kinerja yang berbeda-beda. Thomas Lockey (1660–1665) dinilai tidak layak untuk jabatan tersebut,[18] John Hudson (1701–1719) digambarkan sebagai lalai atau tidak kompeten,[19] dan John Price (1768–1813) dituduh sering mengabaikan tugasnya.[20]
Pada masa modern, Sarah Thomas (2007–2013) menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Bodley’s Librarian sekaligus direktur layanan perpustakaan Universitas Oxford (kini Bodleian Libraries). Ia juga merupakan pustakawan asing pertama yang memimpin institusi tersebut.[21] Penggantinya sejak 2014 adalah Richard Ovenden, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil pustakawan di bawah Sarah Thomas.
↑Madan, Falconer (1919). The Bodleian library at Oxford. University of California Libraries. [London]: Duckworth & co. hlm.18. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Murray, Stuart (2009). The Library: An Illustrated History. New York: Skyhorse. hlm.100. ISBN978-0-8389-0991-1.