Perodua Myvi adalah mobil subkompak/supermini (segmen-B) yang diproduksi oleh pabrikan Malaysia Perodua sejak 2005. Menggunakan basis Daihatsu Boon (juga dikenal sebagai Daihatsu Sirion, Toyota Passo, dan Subaru Justy), Myvi adalah hasil kolaborasi Perodua dengan Toyota dan Daihatsu. Namun generasi ketiga Myvi dikembangkan sepenuhnya oleh Perodua di Malaysia, dan tidak menggunakan basis Boon generasi ketiga. Myvi adalah mobil terlaris di Malaysia selama 9 tahun berturut-turut sejak 2006 hingga 2014, juga 2018 sampai 2022.[1][2][3] Pada akhir 2024, Myvi mencapai hampir 1,487 juta unit terjual sejak diluncurkan generasi pertamanya pada tahun 2005.[4]
Nama "Myvi" diambil dari "My Vehicle," "My Vision" and "Malaysian Vision."[5]
Myvi generasi pertama diluncurkan pada 25 Mei 2005[6][7] sebagai mobil hatchback segmen-B pertama yang diproduksi oleh Perodua dengan mengambil basis dari Daihatsu Boon/Sirion generasi pertama.[8][9] Karena sebelumnya, Perodua hanya memproduksi mobil segmen-A berbasiskan kei car Daihatsu.
Pada Agustus 2005, Perodua menerima 52.000 pesanan, senilai 10% dari total penjualan tahunan mobil di Malaysia, yang mana pada waktu yang sama pengiriman baru mencapai 10.000 unit.[10]
Varian
Myvi tersedia dalam lima varian: 1.0SR (manual 5-percepatan), 1.3SX (manual 5-percepatan), 1.3EZ (otomatis 4-percepatan), 1.3SXi (manual 5-percepatan), dan 1.3EZi "Premium"(otomatis 4-percepatan). Selain itu, tersedia Myvi SE (Special Edition) dengan bodykit sporti yang mencakup bumper depan, side skirt, bumper belakang, dan rear roof spoiler. Myvi juga tersedia dengan dual airbag dan ABS (Khusus Tipe 1.3 Premium).
2005–2008 Myvi
2005–2008 Myvi
2007–2008 Myvi SE
2007–2008 Myvi SE
2008–2011 Myvi Standard
2008–2011 Myvi Standard
2008–2011 Myvi SE
2008–2011 Myvi SE
2010–2011 Myvi LE
2010–2011 Myvi LE
Performa dan desain
Myvi tersedia dalam dua opsi mesin yang juga digunakan pada Daihatsu Sirion/Storia generasi pertama: Mesin EJ-VE 1.0-liter dengan tiga silinder segaris dan mesin K3-VE 1.3-liter dengan empat silinder segaris; kedua mesin menggunakan sistem Dynamic Variable Valve Timing (DVVT) dan injeksi bahan bakar elektronik (EFI). Kedua mesin diproduksi oleh pabrik Perodua di Serendah secara lokal.[11]
Selain itu, terdapat banyak fitur baru yang belum ada di mobil Perodua sebelumnya, yang juga diturunkan dari Sirion ke Myvi. Diantaranya adalah injektor empat lubang, busa uretan di pilar A, pilar tengah, dan pilar B untuk insulasi kebisingan, sistem immobilizer, dan struktur bodi ramah pejalan kaki. Fitur penting lainnya termasuk pengaturan aliran udara bagian bawah bodi, intake manifold berbahan resin, tutup kepala silinder yang terintegrasi dengan box filter udara, dan flywheel yang fleksibel untuk mengurangi getaran selama berjalan (untuk transmisi manual).
Pada 22 Agustus 2008, Perodua Myvi facelift diluncurkan. Myvi baru mendapatkan tampilan baru yang mencakup desain grille, bumper depan, kap depan, bumper belakang, pelek alloy, warna dashboard, desain panel instrumen, pemutar MP3/WMA dan kain jok. Model 1.3 Premium juga dilengkapi dengan kaca anti UV, pengatur ketinggian kursi pengemudi, serta sistem audio baru dengan koneksi USB dan Bluetooth.[12]
Perodua Myvi SE baru juga diluncurkan pada 10 Oktober 2008 dengan bumper baru, lampu belakang transparan, lampu depan smoked, panel instrumen kuning, jok kulit, dan pemutar Compact Disc 2-DIN dengan MP3, WMA, USB dan Bluetooth. Myvi SE hanya tersedia dengan mesin 1.3L dengan transmisi manual atau otomatis.[13]
Perodua Myvi "Exclusive Edition" diluncurkan pada Oktober 2009. Varian ini hanya tersedia dalam tiga warna - Ebony Black, Ivory White dan Medallion Grey. Harganya RM51.000 untuk warna solid dan RM51.500 untuk warna metalik.[14]
Perodua Myvi "Limited Edition" diluncurkan pada Juli 2010. Tipe ini menggunakan basis tipe 1.3 Otomatis Standar dengan warna khusus Dazzling Red, sentuhan warna dan motif spesial pada interior, serta karpet "LE". Ada juga airbag ganda di depan. Head unit dengan konektivitas USB dan Bluetooth. Di bagian luar, Perodua melengkapi Myvi LE dengan lampu kombinasi belakang transparan (langsung dari Myvi SE), badging “LE” dan side body moulding.[15]
Penerimaan
Peluncuran Perodua Myvi juga menjadi tonggak pencapaian yang sangat penting karena ia juga menandai kali pertama Perodua berkompetisi secara langsung dengan Proton, pembuat mobil nasional Malaysia pertama, yang merilis Proton Savvy di kelas yang sama.
Myvi 1.3 mengalahkan pesaingnya, Proton Savvy 1.2, sebagai "Mobil Terbaik 2005/2006" oleh Autocar ASEAN, sebuah majalah mobil di Malaysia. The Edge Daily, melaporkan bahwa penjualan Myvi jauh melampaui ekspektasi awal dan telah terjual dengan sangat baik sejak diluncurkan pada bulan April.
Proton Savvy diluncurkan beberapa bulan setelah peluncuran Myvi. Namun sama sekali tidak memengaruhi penjualan Myvi. Permintaan tinggi akan mobil Myvi turut mendorong penjualan kendaraan di Malaysia dan pangsa pasar Perodua pada tahun 2006.
Ulasan
Richard Hammond, seorang presenter di Top GearBBC,[16] memberikan ulasan positif tentang Perodua Myvi, dengan mengatakan:
"Jangan salah, mobil ini punya tampilan yang bagus. Namun, kalau terlihat familiar, itu karena mobil ini adalah Daihatsu Sirion seutuhnya kecuali namanya. Anda tau kalau perlu biaya miliaran untuk mengembangkan mobil baru - Anda mendesainnya di komputer, kemudian membuat banyak untuk ditabrakkan ke tembok. Jadi Perodua membiarkan orang lain melakukannya dan menghabiskan uang mereka, lantas tinggal menempel lencana baru di atasnya.
Tapi mereka tetap sedikit megeluarkan modal untuk tampilan. Itulah sebabnya, meskipun berbagi banyak bagian dengan Sirion, tampilan Myvi lebih menawan. . .
. . . Jadi anda bisa mendapatkan mobil dengan tampilan menawan dengan harga di bawah £7000, dirakit di pabrik yang sama dengan Toyota - sehingga pengendaliannya setara dengan Yaris, dan bisa punya konsumsi bbm hanya hampir 50mpg dengan garansi tiga tahun - yes, please. "
Namun ulasan Jeremy Clarkson kurang positif. Ia mengklaim rasa rem, rasa berkendara, rasa kursi dan interiornya "sampah". Ia juga berkelakar, "ini adalah mobil yang Anda kendarai dengan wajah masam".
Sebuah studi pada tahun 2009 oleh J.D. Power & Associates melihat Myvi meraih peringkat tertinggi untuk kualitas awal dalam hal kepemilikan kendaraan baru di segmen mobil kompak.[17][18]
Pasar Ekspor
Perodua Myvi generasi pertama diekspor ke Indonesia sebagai Daihatsu Sirion sejak April 2007. Sirion versi Indonesia menggunakan tampilan rancangan Perodua seperti interior, bumper, dan perlampuannya, alih-alih menggunakan tampilan Sirion versi global rancangan Daihatsu. Sebanyak 1,030 unit Sirion pada 2010 dan 2,857 unit pada 2011 telah terjual oleh PT Astra Daihatsu Motor.
Perodua juga mengekspor Myvi generasi pertama ini ke Britania Raya sekaligus menjadi model terakhir yang dijual Perodua di sana hingga keluar dari pasar UK pada 2013.[19]
Perodua Myvi 2011 diluncurkan pada 16 Juni 2011 dengan tagline Lagi Best (lebih baik) untuk versi 1.3 dan kemudian untuk versi 1.5 dengan tagline Lagi Power, Lagi Best.[20]
Pada April 2014, Perodua meluncurkan Myvi XT untuk menggantikan tipe 1.3 standar. Pada tipe ini terdapat beberapa tambahan fitur tanpa kenaikan harga.[21]
Performa dan keamanan
Myvi generasi kedua tersedia dalam opsi mesin 1,3 liter K3-VE dan 1,5 liter 3SZ-VE dilengkapi dengan DVVT dan EFI. Meskipun untuk varian 1,3 liter menggunakan mesin yang sama dengan Myvi generasi sebelumnya, Perodua meng-klaim terdapat peningkatan 10 hp untuk generasi terbaru. Peningkatan ini disebabkan oleh penggunaan sistem kemudi tenaga listrik (EPS) yang baru. Selain itu, mesin 1,5 liter 3SZ-VE, yang juga digunakan Perodua Alza, diimpor dari pabrik mesin Daihatsu di Karawang, Indonesia.[22]
Dual SRS Airbag menjadi kelengkapan standar di semua tipe, sekaligus menjadi yang pertama dari mobil nasional di Malaysia. Sabuk pengaman belakang tengah menggunakan sistem ELR 3-titik, menggantikan sabuk 2-titik pada generasi sebelumnya. ISOFIX juga menjadi kelengkapan standar di semua tipe. ABS dan EBD tersedia dalam 1.3 Premium, 1.3 Elegance dan semua varian 1.5L.
Kelengkapan
Perodua Myvi 2011 tersedia dengan dua pilihan mesin 1.3L dan 1.5L yang juga dibedakan oleh desain bumper dan grill yang berbeda. Keduanya tersedia dalam girboks manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan. Ada tiga trim untuk model 1.3L - Standar (EZ & SX), Premium (EZI & SXI) dan Elegance, dan dua trim untuk model 1.5L - SE (Special Edition) dan Extreme. Meskipun Myvi 2011 menggunakan basis Daihatsu Boon generasi kedua, Myvi memilki banyak perbedaan dengan Boon pada setiap aspek, seperti desain eksterior, interior, kelengkapan, hingga mesin dan transmisi yang digunakan.
Headlamp proyektor, Electronic Power Steering dan dual airbag menjadi kelengkapan standar di seluruh varian. Trim standar mendapat pelek baja dengan dop, dan varian lainnya mendapatkan pelek alloy dan lampu kabut. Tuas transmisi otomatis dipindahkan ke area dasbor seperti Perodua Alza. Sistem Navigasi DVD Layar Sentuh 2-DIN 6-inci terintegrasi dengan Maps yang ditenagai oleh Telekom Malaysia tersedia pada tipe 1.3 Elegance dan semua varian 1.5L. Varian 1.3L Elegance dan 1.5L Extreme juga mendapatkan handle pintu chrome dan bodykit yang berbeda.
2015-2017
Perodua Myvi generasi kedua facelift diluncurkan pada tanggal 15 Januari 2015, setelah sebelumnya pada 7 Januari 2015 Perodua terlebih dahulu mulai membuka pemesanan.[23] Myvi 2015 didesain sesuai dengan bahasa desain branding produk terbaru Perodua. Perodua Myvi 2015 tersedia dalam enam warna, termasuk dua warna baru, Electric Blue dan Cosmic Gold. Myvi 2015 dihargai mulai RM41.500 hingga RM58.900, sedikit lebih murah daripada Myvi pra-facelift yang berkisar antara RM41.936 hingga RM61.740.[23][24]
Performa
Myvi 2015 diproduksi dalam enam varian, dalam dua pilihan mesin dan transmisi, yaitu 1.3 Standard G bertransmisi manual dan otomatis, 1.3 Premium X otomatis, 1.5 SE manual dan otomatis dan 1.5 Advance otomatis.[23] Powertrain yang digunakan masih sama dengan Myvi pra-facelift.
Kelengkapan
Perubahan paling signifikan dalam Perodua Myvi facelift adalah kelengkapannya pada seluruh varian. Meskipun demikian, lampu depan proyektor dan konektivitas bluetooth tidak lagi sebagai kelengkapan standar di semua tipe seperti sebelumnya. Model 1.3L dan 1.5L dibedakan dengan desain bumper dan pelek alloy.[23] Model 1.3 Standard G sebagai tipe terendah dilengkapi dengan radio sederhana dengan CD-player, sedangkan model 1.3 Premium X dan 1.5 SE yang lebih mahal ditambahkan fungsi MP3 / WMA, USB dan Bluetooth.[23] Varian tertinggi 1.5 Advance dilengkapi dengan sistem multimedia dan navigasi, serta kamera mundur. Kedua model 1.3 dilengkapi dengan kursi kain standar, lalu kursi semi-bucket kain di tipe 1.5 SE sport, dan jok dibalut kulit pada tipe 1.5 Advance.[23] Selain itu, semua tipe kecuali 1.3 Standard G mendapatkan sensor sudut depan. Model 1.3L dilengkapi dengan lampu halogen multireflektor standar, sedangkan varian 1.5L menampilkan lampu depan proyektor dengan lampu senja LED, sekaligus menjadi yang pertama untuk mobil segmen-B buatan Malaysia.[23] Penambahan baru lainnya termasuk kait anti-snatch yang pertama kali hadir sebelumnya di Perodua Axia, serta cup holder yang dapat ditarik di bawah ventilasi udara-kanan pengemudi.
Pasar Ekspor
Perodua Myvi generasi kedua juga dipasarkan di Indonesia sebagai Daihatsu Sirion, yang diluncurkan pada 23 Juli 2011 dalam ajang Indonesia International Motor Show 2011. Seperti generasi sebelumnya, Sirion diimpor secara utuh (CBU) dari pabrik Perodua di Rawang, Malaysia. Sirion generasi kedua di Indonesia menggunakan basis Perodua Myvi 1.3 Premium namun dengan setir tanpa airbag dan tanpa ABS. Pada peluncurannya, Daihatsu Sirion tersedia dalam opsi transmisi manual 5-percepatan dengan harga Rp 139.500.000, - dan otomatis 4-percepatan dengan harga Rp 150.500.000, -.
Daihatsu Sirion telah terjual sebanyak 2,857 unit pada 2011, 6,663 unit pada 2012, dan 2,374 unit pada 2013.
Pada Februari 2015, Daihatsu Sirion facelift diluncurkan di Indonesia. Tersedia dalam opsi transmisi manual dan otomatis. Pada versi facelift ini, Sirion menggunakan basis Myvi 1.5 SE namun menggunakan mesin 1.3L. Perbedaan lain dibandingkan Myvi 1.5 SE terdapat pada instrument cluster yang menggunakan milik Myvi 1.3 Premium X dan headunit yang sama sekali berbeda dengan Myvi tipe apapun di Malaysia.[25]
Pada April 2016, GHK Motors Sdn Bhd selaku distributor resmi Perodua di Brunei meluncurkan Myvi generasi kedua facelift dengan satu pilihan tipe 1.5 SE dengan opsi transmisi manual dan otomatis, yang juga menggantikan Daihatsu Sirion generasi pertama dan kedua buatan Jepang sebelumnya (dengan basis Storia dan Boon). [26]
2011–2015 Daihatsu Sirion, Indonesia
2015–2018 Daihatsu Sirion 1.3 Sport (facelift), Indonesia
Generasi ketiga (M800; 2017 – sekarang)
Generasi Ketiga (M800)
Informasi
Tipe
M800
Jugadisebut
Daihatsu Sirion (Indonesia, Februari 2018 – Sekarang)
Perodua mulai membuka pemesanan untuk Perodua Myvi generasi ketiga pada 8 November 2017.[28] Selanjutnya, pada ajang Malaysia Autoshow 2017, Myvi generasi ketiga memulai debut publiknya dalam bentuk tersembunyi. Hingga akhirnya, Myvi generasi ketiga resmi diluncurkan pada 16 November 2017.
Myvi generasi ketiga kini sepenuhnya dikembangkan oleh Perodua yang dipimpin oleh Muhamad Zamuren Musa, yang juga merancang Perodua Bezza.[29] Dan tidak seperti generasi sebelumnya yang mengambil basis Daihatsu Boon, pada generasi ini Toyota dan Daihatsu hanya memberikan saran dan mesin untuk Perodua dalam menghasilkan Myvi baru.
Eksterior dan Interior
Semua tipe dilengkapi kelengkapan standar seperti lampu depan LED multireflektor, pengatur ketinggian lampu depan manual, lampu kombinasi belakang LED, spion elektrik, sensor parkir, ban cadangan full size, keyless entry dan engine start stop button, jendela elektrik di semua pintu dengan buka-tutup otomatis pada sisi pengemudi, pengatur AC digital, pengaturan setir tilt, pengatur ketinggian jok pengemudi, pelipatan kursi belakang 60:40, dan gantungan belanja terintegrasi serta anti-snatch hook. Varian bermesin 1.3L dilengkapi dengan velg alloy 14" bermotif palang 7 sementara varian bermesin 1.5L dilengkapi dengan velg alloy 15" bermotif palang 5 dengan finishing dual-tone. Tipe Standard G dilengkapi dengan grille depan berwarna silver dan handle pintu sewarna bodi, sementara varian lainnya dilapis krom. Varian bermesin 1.5L juga dilengkapi bodykit dengan ornamen warna hitam yang mencakup splitter depan, rear roof spoiler, side skirt, dan ornamen plat nomor belakang. Di dalam, tipe Standard G dilengkapi dengan aksen silver di sekeliling ventilasi AC, sedangkan varian lainnya dilengkapi dengan bingkai krom, serta aksen silver dan krom tambahan di seluruh kabin. Varian Standard G dilengkapi dengan headunit terintegrasi yang dilengkapi radio dan port USB. Varian Premium X dan High dilengkapi dengan konektivitas Bluetooth, sedangkan varian Advance dilengkapi dengan unit headunit layar sentuh yang dilengkapi kamera mundur, GPS, dan fungsi mirroring smartphone. Varian Premium X dilengkapi dengan port USB, setir berbalut kulit dengan tombol multifungsi, serta kursi belakang yang dilengkapi sandaran kepala yang dapat diatur ketinggiannya. Varian 1.5 High dilengkapi dengan pembaca tol terintegrasi, sedangkan model Advance dilengkapi dengan kaca film pengaman dan jok kulit. Varian lainnya menggunakan jok berbahan kain.[30]
Pada ajang Kuala Lumpur International Motor Show 2018, Perodua menampilkan Myvi GT concept dengan ubahan eksterior pada bumper depan, aksen merah pada lampu depan yang menyambung dengan grille, fender lebih lebar, velg 17", rem berperforma tinggi, rear roof spoiler yang lebih besar, bumper belakang, serta knalpot. Di bagian interior, terdapat banyak aksen merah, jok bucket seats dan setir flat-bottom.[31]
Pada Juli 2020, Perodua Myvi mendapatkan pembaruan minor yang mencakup penyempurnaan fitur keselamatan dan perubahan skema pemilihan warna. Seluruh varian bermesin 1.5L mendapatkan fitur ASA 2.0 dan juga menjadi fitur opsional pada varian 1.3 Premium X. Lalu warna Granite Grey yang awalnya eksklusif hanya untuk varian bermesin 1.5L kini juga tersedia di tipe 1.3 Premium X.[32]
Mesin
Mesin pada Myvi telah dimodiikasi oleh Perodua untuk meningkatkan efisiensi serta memenuhi standar Energy Efficient Vehicle (EEV) seperti di Axia dan Bezza. Tersedia dalam dua pilihan mesin:
Mesin 1NR-VE berkapasitas 1,329 cc (1.3 litre) bertenaga 70 kW(95 ps; 94 hp) at 6000 rpm dan torsi 121 Nm(89 lb⋅ft; 12.3 kgf.m) @4000 rpm.
Mesin 2NR-VE berkapasitas 1,496 cc (1.5 litre) bertenaga 76 kW(103 ps; 102 hp) at 6000 rpm dan torsi 137 Nm(101 lb⋅ft; 14.0 kgf.m) @4200 rpm.
Kedua mesin tersebut dilengkapi dengan double overhead camshaft dan sistem pengaturan katup variabel ganda yang dikenal dengan nama Dual VVT-i.
Mesin 1.3 liter tersedia dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan. Berbeda dengan Myvi generasi sebelumnya, mesin 1.5 liter hanya tersedia dengan transmisi otomatis 4 percepatan.[33]
Keselamatan
Myvi juga menjadi pionir kendaraan merek Malaysia yang menawarkan 'Advanced Safety Assist' pada tipe tertingginya, 1.5 AV.
Advanced Safety Assist atau (A.S.A.) mencakup:
PCW (Pre-Collision Warning)
PCB (Pre-Collision Braking)
FDA (Front Departure Alert)
PMC (Pedal Misoperation Control)
Facelift
Myvi generasi ketiga facelift diluncurkan pada 18 November 2021.[34] ASA 2.0 pada versi sebelumnya kini digantikan dengan Perodua Smart Drive Assist (PSDA) atau ASA 3.0, yang kini juga menjadi kelengkapan standar di semua tipe, kecuali 1.3 G yang tersedia sebagai opsional. Terdapat total 5 tipe, dengan varian bermesin 1.3L kini hanya ada tipe G dan G dengan PSDA, dan varian bermesin 1.5L terdiri dari X, H, dan AV. Transmisi otomatis 4-percepatan yang sudah digunakan sejak Myvi generasi pertama kini diganti dengan D-CVT yang juga ditemukan pada kendaraan berbasis Daihatsu New Global Architecture lainnya. D-CVT kini juga menjadi satu-satunya opsi transmisi yang tersedia, karena opsi transmisi manual hanya terjual 1% dari total penjualan Myvi generasi ketiga.[35] Tipe tertinggi AV kini dilengkapi adaptive cruise control, blind spot monitoring, rear cross traffic alert dan lane departure warning dengan lane departure prevention.[36]
Perodua Myvi 1.3 G (facelift)
Perodua Myvi 1.3 G (facelift)
Perodua Myvi 1.5 AV (facelift)
Perodua Myvi 1.5 X (facelift)
Pasar Ekspor
Myvi generasi ketiga diluncurkan di Indonesia pada Februari 2018 sebagai Daihatsu Sirion,[37] lalu di Singapura pada April 2019,[38] lalu di Mauritius pada Agustus 2019,[39] dan di Brunei pada Juli 2020.[40]
Di Indonesia, spesifikasi Daihatsu Sirion identik dengan Myvi Premium X namun memiliki 2 opsi transmisi, velg alloy 15" dari Myvi bermesin 1.5L, serta headunit layar sentuh. Lalu pada Maret 2020 terdapat ubahan minor pada tampilan dan opsi warna, yaitu dengan penambahan bodykit yang sama dengan Myvi bermesin 1.5L pada varian transmisi otomatis dan opsi warna baru Granite Grey dan Electric Blue.[41] Pada 2 Juni 2022 Daihatsu Sirion facelift diluncurkan dengan opsi varian 1.3 X dan 1.3 R yang keduanya dilengkapi transmisi D-CVT.[42][43]
Di Singapura, Myvi tersedia dalam 2 varian: 1.3 X dan 1.5 H, sedangkan di Mauritius, Myvi tersedia dalam 2 varian: 1.3 G dan 1.5 H.
Di Brunei, Myvi tersedia dalam 2 varian: 1.3 G dengan transmisi otomatis 4-percepatan sebagai satu-satunya opsi dengan spesifikasi identik dengan Myvi 1.3 Standard G di Malaysia, dan S-Edition. Myvi S-Edition sejatinya merupakan varian 1.3 G dengan ubahan desain eksterior identik dengan Myvi GT Concept. Varian S-Edition ini dikonfirmasi merupakan kreasi dari GHK Motors selaku distributor resmi Perodua di Brunei, bukan langsung dari Perodua.[44] Penjualan Myvi di Brunei dihentikan pada Mei 2023 tanpa sempat merilis versi facelift disebabkan rendahnya penjualan.
2018–2022 Daihatsu Sirion, Indonesia
2018–2022 Daihatsu Sirion, Indonesia
Daihatsu Sirion R (facelift), Indonesia
2018–2022 Daihatsu Sirion interior, Indonesia
Penerimaan
Penjualan
Dilaporkan bahwa satu minggu setelah peluncuran, 1.000 unit Myvi telah dikirimkan.[45] Kemudian, setelah satu bulan dijual, pada Desember 2017, dilaporkan bahwa 4.500 unit telah dikirimkan.[46]2½ bulan setelah peluncuran pada Januari 2018, 11.000 unit telah dikirimkan. Selain itu, terungkap juga bahwa model 1.5 menyumbang 85% dari pemesanan.[47] Pengiriman sebanyak 28.000, 38.000, dan 100.000 unit dilaporkan masing-masing pada Maret 2018,[48] Mei 2018,[49] dan Februari 2019.[50]
Pada Agustus 2018, gangguan pasokan dari salah satu pemasok menyebabkan produksi Myvi terhenti sementara. Perodua Myvi dikenal sebagai mobil terlaris di Malaysia selama 12 tahun dari total 16 tahun sejak 2006. Rekor penjualan tertinggi saat ini tercatat pada tahun 2021 dengan 47.525 unit terjual.[51]
Ulasan
Myvi generasi ketiga secara umum mendapat ulasan positif dari para kritikus di Malaysia. Jurnalis otomotif Malaysia, Hafriz Shah dari paultan.org, memuji tampilan, kualitas, dan fitur-fitur Myvi. Paket keseluruhan yang ditawarkan mendapat pujian luar biasa, di mana Shah menyatakan bahwa jika Anda berencana membeli mobil dengan harga di bawah RM100 ribu, sebaiknya pertimbangkan Myvi terlebih dahulu. "Mobil ini memang sebagus itu."Namun, Shah juga mengkritik speedometer yang kecil, hanya memiliki satu laci penyimpanan, dan unit head unit berbahasa Inggris .[52] Kon dari evomalaysia.com memuji Myvi karena tampilannya yang stylish, harganya yang terjangkau, dan fungsionalitasnya. Namun ia juga mencatat bahwa mobil ini tidak cocok untuk para penggemar otomotif dan "bahwa model pendahulunya memiliki ruang kabin yang lebih luas."[53]