Ratifikasi undang-undang ini tidak terhindar dari konflik, meskipun mendapatkan dukungan dari 66% masyarakat.[3] Terutama otoritas Katolik Roma yang gigih menentang, mengkritik apa yang mereka dianggap sebagai melemahnya arti dari suatu pernikahan.[4] Asosiasi lain menyatakan keprihatinan atas kemungkinan lesbian dan gay mengadopsi anak-anak.[5] Demonstrasi untuk dan melawan hukum ini menarik ribuan orang dari seluruh penjuru Spanyol. Setelah adanya persetujuan, Partai Rakyat konservatif menantang hukum ini di Mahkamah Konstitusi.[6]
Sekitar 4.500 pasangan sesama jenis menikah di Spanyol selama tahun pertama hukum ini diberlakukan.[7] Tak lama setelah hukum ini disahkan, pertanyaan muncul tentang status hukum perkawinan bagi orang-orang yang tidak berasal dari Spanyol yang negaranya tidak mengizinkan pernikahan sesama jenis. Sebuah keputusan dari Departemen Kehakiman menyatakan bahwa hukum perkawinan sesama jenis negara itu memungkinkan warga negara Spanyol menikah dengan warga negara non-Spanyol terlepas dari apakah tanah air orang itu mengakui pernikahan ini atau tidak.[8] Setidaknya satu pasangan harus menjadi warga negara Spanyol untuk menikah, meskipun dua di antaranya tidak dapat menikahi orang Spanyol jika mereka berdua menjadi penduduk yang sah di Spanyol.
Pada Pemilihan Umum 2011 memberikan kemenangan telak bagi Partai Rakyat, di mana pemimpinnya Mariano Rajoy mengatakan bahwa ia menentang pernikahan sesama jenis, tetapi setiap keputusan tentang membatalkan hukum bisa dibuat hanya setelah adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi.[9][10][11] Pada bulan Juli 2012, surat kabar bergengsi seperti El PaÃs menyarankan agar Mahkamah Konstitusi juga senantiasa menjunjung pernikahan sesama jenis sebagai suatu hak konstitusional, tetapi keputusan itu masih belum diterima secara umum atau resmi.[12]
Sejarah
Hukum mengenai hubungan sesama jenis di Eropa
  Pernikahan sesama jenis
  Tipe lain dari hubungan
  Tinggal bersama secara tidak terdaftar
  Belum diakui
  Konstitusi membatasi pernikahan untuk pria dan wanita