Perencanaan keuanganKepala Bagian Keuangan MTA, Kevin Willens, memberikan laporan kepada Komite Keuangan Dewan MTA di Kantor Pusat pada hari Senin, 25 Juli 2022. (Marc A. Hermann / MTA)
Perencanaan keuangan adalah sebuah proses evaluasi komprehensif dari pemasukan individu saat ini dan keadaan keuangan pada masa depannya dengan menggunakan variabel-variabel yang sudah diketahui untuk memprediksi pendapatan masa depan, nilai aset, dan rencana penarikannya.[1] Perencanaan keuangan mencakup anggaran yang mengatur keuangan pribadi dan juga dapat mencakup serangkaian langkah atau tujuan khusus pembelanjaan maupun tabungan pada masa depan.
Perencanaan keuangan juga dapat disebut sebagai perencanaan investasi tetapi, pada keuangan pribadi, rencana keuangan dapat berfokus pada bidang spesifik lainnya seperti manajemen risiko, pendidikan, atau pensiunan.
Definisi
Menurut Financial Planning Standard Board (FPSB), definisi dari perencanaan keuangan adalah suatu proses untuk mencapai tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan yang terintegrasi dan terencana.[2]
Tujuan perencanaan keuangan
Tujuan utama perencanaan keuangan adalah memastikan bahwa ada cukup uang untuk memenuhi kebutuhan. Saat merencanakan keuangan, perusahaan harus memilih metode untuk mendapatkan uang yang dapat digunakan paling efektif.
Perencanaan keuangan membantu perusahaan untuk:
Menggunakan uang untuk berkembang lebih baik dan bekerja lebih efisien;
Menemukan cara terbaik untuk bekerja dengan anggaran, bank, dan lembaga keuangan lainnya agar stabil dan kompetitif secara finansial;
Memprediksi berapa banyak uang yang diperlukan untuk bekerja dan mengembangkan rencana bagaimana mendapatkannya;
Menentukan bagaimana menginvestasikan uang secara efektif dan mengevaluasi bagaimana uang itu digunakan dengan bijak;
Mengendalikan kondisi keuangan sehingga bisnis yakin dengan kemampuannya untuk membayar hutang dan solvabilitas.[3]
Faktor yang memengaruhi
Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi perencanaan seseorang:[4]
Status perkawinan
Kondisi pekerjaan
Usia
Jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan
Kondisi perekonomian nasional
Tingkat pendidikan
Kondisi kesehatan
Penggunaan dalam bisnis
Dalam bisnis, rencana keuangan dapat mengacu pada laporan keuangan utama (neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas) yang dibuat dalam rencana bisnis. Rencana keuangan dalam bisnis disebut juga dengan prakiraan keuangan yang merujuk pada proyeksi pendapatan dan pengeluaran tahunan sebuah perusahaan.[5] Rencana keuangan juga dapat berupa perkiraan kebutuhan modal usaha dan cara untuk mengumpulkannya, contohnya dengan cara meminjam atau menerbitkan saham tambahan.[6]
Perencanaan keuangan dalam bisnis dimanfaatkan sebagai tolok ukur perkembangan bisnis, panduan untuk memaksimalkan produktivitas, hingga panduan untuk mengefektifkan pengalokasian keuangan.[7]
Piramida keuangan
Piramida keuangan merupakan sebuah gambaran tingkat prioritas dalam merencanakan keuangan. Digunakan untuk menjelaskan dan membantu dalam menentukan prioritas perencanaan keuangan.[2][8] Terdapat tiga bagian utama dalam piramida keuangan yaitu keamanan keuangan, kenyamanan keuangan, dan distribusi kekayaan.[9]