Perang Yunani-Turki 1919–1922, juga disebut Perang Asia Minor, adalah konflik militer yang terjadi selama terbaginya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I antara Mei 1919 dan Oktober 1922. Perang ini terjadi antara Yunani dan Gerakan Nasional Turki yang nantinya akan mendirikan Republik Turki.
Kampanye Yunani dilancarkan karena sekutu, terutama Perdana Menteri InggrisDavid Lloyd George, telah menjanjikan teritori untuk Yunani. Setelah perang ini, Yunani memberikan semua teritori yang didapat selama perang, kembali ke perbatasan sebelum perang, dan terjadi pertukaran populasi antara Turki dan Yunani di bawah Perjanjian Lausanne.
Kitsikis, Dimitri (1963), Propagande et pressions en politique internationale. La Grèce et ses revendications à la Conférence de la Paix, 1919–1920[Propaganda and pressions in international politics. Greece and its reivindications at the Peace conference, 1919–20] (dalam bahasa French), Paris: Presses Universitaires de France Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link).
Kitsikis, Dimitri (1972), Le rôle des experts à la Conférence de la Paix de 1919[The role of experts at the Peace conference of 1919] (dalam bahasa French), Ottawa: Editions de l'Université d'Ottawa Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) (Commission interalliée d'enquête sur l'occupation grecque de Smyrne).
Naimark, Norman M (2002), Fires of Hatred: Ethnic Cleansing in Twentieth-Century Europe, Harvard University Press.
Papatheu, Katerina (2007). Greci e turchi. Appunti fra letteratura, musica e storia[Greeks & Turks. Appointments on literature, music & history] (dalam bahasa Italian). Roma-Catania: Bonanno.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Richard G. Hovannisian (2007). The Armenian Genocide: Cultural and Ethical Legacies. Transaction Pub. ISBN978-1-4128-0619-0.
Referensi
↑The Place of the Turkish Independence War in the American Press (1918–1923) by Bülent Bilmez: "...the occupation of western Turkey by the Greek armies under the control of the Allied Powers, the discord among them was evident and publicly known. As the Italians were against this occupation from the beginning, and started "secretly" helping the Kemalists, this conflict among the Allied Powers, and the Italian support for the Kemalists were reported regularly by the American press."