Dalam transportasi berjadwal, istilah pengendapan digunakan untuk titik di mana kendaraan berhenti, beberapa tempat mewajibkan penumpang untuk berganti kendaraan. Transportasi umum biasanya melakukan pemberhentian di tempat ini selama beberapa menit. Untuk transportasi udara, pengendapan dilakukan lebih lama dan penumpang harus keluar dari kendaraan untuk menunggu atau menaiki kendaraan yang lain.[1][2][3]
Transportasi massal
Pengendapan untuk transportasi massal adalah waktu kendaraan untuk berhenti cukup lama di sebelum mencapai titik kedatangan.[4]Kantong waktu yang ditambahkan ke dalam durasi perjalanan umumnya berfungsi untuk beberapa kegunaan, seperti mengeliminasi keterlambatan dalam perjalanan (baik karena macet atau waktu penaikan penumpang yang di melebihi ekspektasi), menyediakan waktu istirahat untuk pengemudi, dan/atau mengakomodasi pergantian pengemudi. Waktu yang digunakan pengemudi di pengendapan dapat diatur oleh regulasi dari regulator maupun serikat pekerja.[4]Elektrifikasi armada bus menyebabkan diperlukannya tempat-tempat bagi armada untuk mengisi ulang daya baterai..[5]
Selain berada di ujung perjalanan, pengendapan juga dapat ditempatkan di tengah perjalanan sebagai titik di mana kendaraan berhenti cukup lama karena menaikkan banyak penumpang.[6][7] Pengendapan juga dirancang untuk menjaga armada supaya tidak sampai di tujuan jauh lebih cepat dibanding jadwal.
↑MacKechnie, Christopher. "A Common Scheduling Problem". About.com. Diarsipkan dari asli tanggal February 17, 2017. Diakses tanggal February 17, 2017.
Sumber
Sutherland, J. (2009). "Layover". Key Concepts in Leisure. Bloomsbury Publishing. ISBN978-1-350-31483-2. Diakses tanggal 2024-10-07.
Boyle, Daniel K. (2009). "Layover and Recovery Time". Controlling System Costs: Basic and Advanced Scheduling Manuals and Contemporary Issues in Transit Scheduling. Report (Transit Cooperative Research Program). Transportation Research Board. ISBN978-0-309-11783-8. Diakses tanggal 2024-10-07.