Penembakan
Sekitar pukul 21:05 EDT tanggal 17 Juni 2015, Charleston Police Department menanggapi laporan penembakan di Emanuel A.M.E. Church.[7] Seorang pria berkulit putih, berambut pirang, berusia 21 tahun, dan setinggi 5 kaki 9 inci (175 cm), mengenakan kaus abu-abu dan celana jeans, melepaskan tembakan dengan pistol kaliber .45 ke sekumpulan peserta kajian Alkitab di dalam gereja. Pelaku kemudian kabur.[8][9][10] Penembakan ini merupakan pembunuhan massal terbesar di tempat ibadah Amerika Serikat selain penembakan massal 1991 di kuil Buddha di Waddell, Arizona.[11]
Selama hampir satu jam sebelum serangan, pelaku hadir dan ikut serta dalam kajian Alkitab.[12] Sebanyak tiga belas orang menghadiri kajian Alkitab, termasuk pelaku penembakan. Menurut kesaksian orang-orang yang berbicara dengan para penyintas, pelaku meminta Pinckney duduk di sampingnya; awalnya ia memperhatikan kajian tersebut. Ia mulai tidak setuju ketika kitab suci dibahas. Ia pun berdiri, mengeluarkan pistol,[10] dan mengarahkannya ke Susie Jackson (87 tahun). Keponakan Jackson, Tywanza Sanders (26 tahun), mencoba berbicara dengan pelaku dan menanyakan sebab ia menyerang jemaat gereja. Pelaku menjawab, "Aku harus melakukannya. Kalian memerkosa perempuan kami dan kalian mengambil alih negara kami. Kalian harus pergi." Setelah mengutarakan alasannya, Sanders melindungi Jackson dan tertembak. Pelaku kemudian menembak korban lainnya sambil meneriakkan kata-kata rasis. Ia juga kabarnya mengatakan, "Kalian mau mendoakan sesuatu? Berdoa saja untuk mereka."[13] Ia mengisi kembali pelurunya sebanyak lima kali. Ibu Sanders dan keponakannya yang berusia lima tahun selamat dari penembakan ini dengan berpura-pura meninggal.[14][15][16] Dot Scott, presiden cabang NAACP, mengatakan bahwa ia mendengar dari kerabat korban bahwa pelaku membiarkan seorang perempuan (ibu Sanders)[17] agar ia menceritakan peristiwa tersebut ke orang lain.[18] Sebelum meninggalkan gereja, ia kabarnya "meneriakkan kata-kata rasis" ke arah jasad korban.[10]
Beberapa jam kemudian, ancaman pengeboman terjadi di Hotel Courtyard by Marriott di Calhoun Street sehingga mempersulit penyelidikan dan memaksa evakuasi wilayah sekitarnya.[7][19]
Korban
Semua korban, enam perempuan dan tiga laki-laki, adalah warga Afrika Amerika. Delapan meninggal di tempat; korban kesembilan, Daniel Simmons, meninggal di rumah sakit.[9][18] Mereka semua ditembak beberapa kali dari jarak dekat.[16][20] Satu orang tak dikenal lainnya cedera, tetapi selamat. Lima orang selamat tanpa cedera, termasuk Felicia Sanders, ibu korban Tywanza Sanders, dan cucunya, bersama Polly Sheppard, seorang peserta kajian Alkitab. Istri dan putri Pinckney juga berada di dalam gereja ketika penembakan terjadi.[5][21] Nama-nama korban:[22][23]
- Cynthia Marie Graham Hurd (54)
- Susie Jackson (87)
- Ethel Lee Lance (70)
- Depayne Middleton-Doctor (49)
- Clementa C. Pinckney (41)
- Tywanza Sanders (26)
- Daniel Simmons (74)
- Sharonda Coleman-Singleton (45)
- Myra Thompson (59)