Wahidin yang didukung oleh koalisi 6 partai parlemen, memastikan kemenangan besar di bekas daerah pemilihannya di Tangerang, dan mengalahkan Rano dengan selisih 90.000 suara meskipun kalah di 6 dari 7 kabupaten dan kota lainnya.
Calon
Pasangan calon Wahidin-Andika mendeklarasikan pencalonannya sekaligus mendaftar sebagai kandidat dalam pemilihan gubernur pada 22 September 2016.[3] Diikuti oleh kandidat lainnya, Rano-Embay yang mengajukan pencalonan sehari setelahnya.[4] Kedua pasangan calon ditetapkan secara resmi mengikuti pemilihan gubernur pada 24 Oktober 2016 dan melakukan pengundian nomor urut sehari setelahnya.[5]
Afiliasi dengan dinasti Atut menjadi masalah utama dalam kampanye. Kedua kandidat saling menuduh berafiliasi dengan dinastinya, yaitu Rano-Embay karena Rano adalah wakil Atut, Wahidin-Andika karena Andika adalah putra Ratu Atut Chosiyah.[12][13] Namun, Atut tetap memberi suara dan dukungan terhadap putranya.[14]
Hasil Pemilihan Umum Resmi
Hasil rekaputilasi penghitungan suara di kabupaten/kota. Rano Karno: (■); Wahidin Halim: (■). Mayoritas kemenangan kurang dari 5%: (■atau■).