Bupati petahana periode 2003–2008, Ismet Iskandar, kembali maju dengan menggandeng Aktor, Rano Karno, sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini akhirnya berhasil memenangkan kontestasi. Kemenangan Ismet–Rano menandai kelanjutan kepemimpinan Ismet Iskandar untuk periode keduanya.
Pilkada 2008 juga berlangsung dalam konteks dinamika politik lokal di kawasan Tangerang Raya, yang kala itu tengah menghadapi isu pemekaran wilayah dan pembentukan daerah otonom baru.[2]
Calon
Penetapan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tangerang dilakukan melalui rapat pleno KPUKabupaten Tangerang pada 19 November 2007 di kantor KPU setempat.[3] Sebelum penetapan, masing-masing pasangan calon mengikuti proses pengundian nomor urut.[4]
Rekapitulasi terakhir perhitungan suara manual Pemilihan umum Bupati Tangerang 2008 diselesaikan oleh KPUD Kabupaten Tangerang pada 26 Januari 2008 di Gedung Serba Guna, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.[5] Hasil akhir menunjukkan pasangan Ismet Iskandar–Rano Karno unggul dengan memperoleh suara terbanyak.[6]
No
Pasangan calon
Suara
Persentase
1
Ismet Iskandar – Rano Karno
826.534
56,29%
2
Jazuli Juwaini – Airin Rachmi Diany
575.485
39,19%
3
Usamah Hisyam – Habib Ali Alwi
66.215
4,51%
Total suara sah
1.468.234
100%
Suara tidak sah
34.814
2,32%
Jumlah pengguna hak pilih
1.503.048
66,27%
Tidak memilih
765.040
33,73%
Daftar Pemilih Tetap (DPT)
2.268.088
100%
Penetapan dan pelantikan
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang menetapkan pasangan Ismet Iskandar–Rano Karno sebagai pemenang setelah seluruh tahapan rekapitulasi suara selesai.[7]