Dengan terjadinya invasi atas Afganistan oleh Uni Soviet tahun 1979, Presiden Amerika SerikatJimmy Carter mengancam akan memboikot olimpiade di Moskow jika pasukan Soviet tidak segera mundur sebelum pukul 12:01 siang pada tanggal 20 Februari1980, dan boikot tersebut akhirnya terjadi pada tanggal 21 Maret1980.
Tidak hanya Amerika Serikat, tetapi banyak negara lain yang juga memboikot olimpiade ini, termasuk Indonesia.
Ketika Olimpiade Musim Panas 1984 digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, terjadi pemboikotan balasan dari Uni Soviet dan 13 negara-negara sekutunya yang tergabung dalam Blok Timur, termasuk Korea Utara dan Vietnam, dan Laos. Ethiopia juga turut dalam pemboikotan. Namun, Rumania memutuskan tetap mengikuti olimpiade tersebut dan merupakan satu-satunya anggota Blok Timur yang berpartisipasi. Tanggal 8 Mei 1984, Uni Soviet mengeluarkan pernyataan pemboikotan yang berisi bahwa pemboikotan disebabkan oleh sentimen "anti-Soviet" yang muncul di AS pada saat itu.[2] Iran adalah satu-satunya negara yang tidak mengikuti kedua olimpiade di Moskow dan Los Angeles.
↑Burns, John F. (9 May 1984). "Moscow Will Keep Its Team From Los Angeles Olympics; Tass Cites Peril, U.S. Denies It; Protests Are Issue". New York Times.