Preferensi penerjemahan
Ulasan, komentar, pengulas, penjelas makna, dst.. Juga terjadi perbedaan pendapat terkait "komentar" yang dianggap tidak sepenuhnya tepat.
Untuk ṭīkā: Yasati menggunakan tafsiran, DBS menggunakan subkomentar, STI tetap "ulasan" saja (kadang "sub-penjelas-makna").
Untuk Yasati, lihat https://file.yasati.com/article/ebook/Pengembangan%20Pandangan%20Terang.pdf hlm. xv, dan hlm. 13:
"Saya akan memulai dengan menjelaskan cara perenungan dan
pengamatan pandangan terang, serta bagaimana perwujudan dan
pemahaman yang sungguh terjadi, seperti yang dijelaskan dalam
Kanon Pāḷi, kitab ulasan (Aṭṭhakathā), dan kitab tafsiran (Ṭīkā)."
Situs buku-bukunya: https://yasati.com/ebook
Untuk DBS, lihat https://dhammavihari-my.sharepoint.com/personal/web_admin_dhammavihari_or_id/_layouts/15/onedrive.aspx?id=%2Fpersonal%2Fweb%5Fadmin%5Fdhammavihari%5For%5Fid%2FDocuments%2Febook%2FFINAL%5FeBook%5F%20Abhidhammatthavibh%C4%81vin%C4%AB%E1%B9%AD%C4%ABk%C4%81%5FBAB%201%2Epdf&parent=%2Fpersonal%2Fweb%5Fadmin%5Fdhammavihari%5For%5Fid%2FDocuments%2Febook&ga=1 dan cari "Subkomentar" dan "Komentar".
Situs buku-bukunya: https://www.dhammavihari.or.id/ebook
Untuk STI, lihat caption di video-video berikut ini yang menggunakan "Kitab Ulasan" untuk Aṭṭhakathā:
Lebih lanjut, istilah ṭīkā bisa digunakan untuk kitab yang secara kategoris masuk ṭīkā, misalnya Abhidhammatthasaṅgaha dan Abhidhammāvatāra, yang secara teknis memiliki ṭīkādari pov kitabnya lagi. Intinya, istilahnya tidak harus "sub-" karena fleksibilitas hierarki kitab-kitab tafsir tersebut.
Dalam bahasa Inggris, misalnya, semua kategori kitab-kitab ini, baik Aṭṭhakathā, Ṭīkā, Aṇuṭīkā, dan Añña sering disamaratakan sebagai "komentar", padahal memiliki tingkatan penafsiran tradisional (hierarki penafsiran) yang berbeda. "Komentar" sering digunakan secara tidak teknis, tidak hanya merujuk pada Aṭṭhakathā, sebagaimana Sidang Buddhis Keenam (Sixth Buddhist Council) di Myanmar. Ini juga jadi polemik tersendiri.
Di sisi lain, kata "Atakata" dan "Tika" juga tidak diindeks KBBI. Oleh karena itu, sejauh ini, lebih baik halamannya dipindahkan ke Aṭṭhakathā dan Ṭīkā, sesuai istilah aslinya.
Sappadasa (bicara) 13 Agustus 2026 04.29 (UTC)
- Tambahan: secara kata, "aṭṭhakathā" dan "ṭīkā" pun berdiri sendiri, tidak ada konotasi "sub-" dalam ṭīkā (misal, sub-atthakatha, dst.). Namun demikian, memang dlm tradisi tafsir dianggap begitu. Sappadasa (bicara) 13 Agustus 2026 04.59 (UTC)
- Tidak seperti, misalnya, "Anuṭīkā" dan "Ṭīkā", yang memang ada tanbahan prefiks "anu-". Sappadasa (bicara) 13 Agustus 2026 04.59 (UTC)