Peleus dan Telamon, saudaranya, membunuh saudara tiri mereka, Fokos. Mereka melakukannya kemungkinan secara tidak sengaja.[5] Mereka kabur dari Aigina untuk menghindari hukuman. Di Phthia, Peleus disucikan oleh Eurition dan kemudian menikahi Antigone, putri Eurition. Namun, Peleus secara tidak sengaja membunuh Eurition dalam peristiwa perburuan Babi Kalidon.
Peleus disucikan atas pembunuhan Eurition di Iolkos oleh Akastos. Astidameia, istri Akastos, jatuh cinta pada Peleus tetapi Peleus menolaknya. Akibatnya, Astidameia pun membalas penolakan itu dengan mengirimkan pesan pada Antigone bahwa Peleus hendak menikahi putri Akastos. Antigone sangat bersedih dan akhirnya bunuh diri.
Astidameia lalu memberi tahu Akastos bahwa Peleus hendak memperkosanya. Akasotos terpedaya kata-kata istrinya. Akastos lalu membawa Peleus berburu sambil menyembunyikan pedang Peleus. Di depan sekawanan kentaur yang datang menyerang, Akastos langsung meninggalkan Peleus. Kheiron (atau Hermes) mengembalikan pedang Peleus sehingga Peleus bisa selamat.[6]
Setelah kematian Antigone, peleus menikahi Thetis, seorang dewi laut. Peleus bisa mendapatkan Thetis berkat bantuan Proteus, yang memberi tahu Peleus cara mengatasi kemampuan berubah wujud Thetis.[7] Pernikahan Peleus dan Thetis dihadiri oleh banyak dewa. Poseidon memberi hadiah pernikahan berupa dua ekor kuda abadi, Balios dan Xanthos. Pada pesta itu pulalah, Eris melemparkan apel emas yang akan berujung pada Perang Troya.
Peleus menitipkan Akhilles muda pada Kheiron untuk dibesarkan dan diasuh di Gunung Pelion. Menjelang Perang Troya, Peleus memebri Akhilles baju perang khusus, tombak, dan kedua kuda abadinya untuk digunakan di Troya.
Catatan kaki
↑Pulau ini terletak di Teluk Saronik di seberang pesisir Epidaurus. Pulau ini dulunya disebut Oinone.
↑Bersama Telamon, Peleus kadang disebut sebagai Endeid (anak-anak Endeis)