Sebuah hentian yang memiliki pelepasan non suara, juga dikenal sebagai hentian nirlepas atau aplosif, merupakan sebuah konsonan letup yang dihasilkan tanpa hentakan pelepasan: tidak adanya indikasi suara pada akhir dari oklusi (tekanan artikulator) yang mengawali konsonan tersebut. Dalam Alfabet Fonetik Internasional, kurangnya atau tidak adanya pelepasan suara dilambangkan dengan diakritik sudut (U+031A◌̚combining left angle above (HTML: ̚)) yang diletakkan setelah huruf konsonan: [p̚], [t̚], [k̚].[catatan 1]
Sementara untuk pelepasan hentian bersuara, umumnya tidak diberi penanda apapun. Jika hentian memiliki hembusan pada pelepasannya, maka diakritik penghembusan⟨◌ʰ⟩ dapat digunakan untuk menandakan pelepasanya. Selain itu, diakritik "nirhembus" di dalam Ekstensi IPA dapat digunakan untuk kasus seperti ini: apt[ˈæp̚t˭].
Catatan
↑Diakritik ini mungkin tidak muncul secara benar dalam beberapa font yang divisualisasikan diatas huruf konsonan alih-alih setelahnya; dalam kasus seperti itu, U+02FA◌˺modifier letter end high tone, ⟨p˺⟩, dapat digunakan sebagai pengganti.
Referensi
Daftar pustaka
Browman, Catherine P.; Goldstein, Louis (1990), "Tiers in articulatory phonology, with some implications for casual speech", dalam Kingston, John C.; Beckman, Mary E. (ed.), Papers in laboratory phonology I: Between the grammar and physics of speech, New York: Cambridge University Press, hlm.341–376
Choo, Miho; O'Grady, William D. (2003), The Sounds of Korean: A Pronunciation Guide, Honolulu: University of Hawaii Press
Nolan, Francis (1992), "The descriptive role of segments: Evidence from assimilation.", dalam Docherty, Gerard J.; Ladd, D. Robert (ed.), Papers in laboratory phonology II: Gesture, segment, prosody, New York: Cambridge University Press, hlm.261–280
Zsiga, Elizabeth (2003), "Articulatory Timing in a Second Language: Evidence from Russian and English", Studies in Second Language Acquisition, 25: 399–432, doi:10.1017/s0272263103000160