Pelabuhan Padangbai (Aksara Bali: ᬧᭂᬮᬩᬸᬳᬦ᭄ᬧ ᬤᬗ᭄ᬩᬿ) adalah sebuah pelabuhan penyeberangan yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karanasem, Provinsi Bali. Pelabuhan ini adalah salah satu pelabuhan utama untuk kapal ferry yang menghubungkan Bali dengan Lombok dan Kepulauan Gili. Pelabuhan ini dikelola oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Padangbai dan ASDP cabang Lembar.[2]
Sejarah
Sejarah Pelabuhan Padang Bai bermula pada abad ke-18 dan merupakan pusat perdagangan antara Bali dan Lombok selama masa penjajahan Belanda.
Pada tahun 1994 terjadi pemindahan pengelolaan aset pelabuhan dari Pelindo menjadi ASDP. Sejak dikelola ASDP mulai dilakukan pembangunan dermaga modern dan reklamasi pelabuhan. Kemudian pada tahun 2004-2006 dilakukan Pembangunan Dermaga II.
Tahun 2020, pemerintah pusat menyetujui pembangunan dermaga III pelabuhan Padangbai namun hal ini ditentang masyarakat adat desa Padangbai dan menggelar aksi damai dengan alasan agar Pantai Pasir Putih di Padangbai tetap aman dan lahan pelabuhan Padangbai merupakan milik desa adat.[3]
Fasilitas
Di pelabuhan Padangbai terdapat fasilitas terminal ruang tunggu dan cafetaria serta tempat parkir luas yang berada di sebelah tenggara terminal ruang tunggu, Terdapat dua dermaga di pelabuhan Padangbai untuk memudahkan proses bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. dan pelabuhan khusus untuk fastboat yang menuju Kepulauan Gili dan Nusa di sebelah utara pelabuhan.
Jadwal kedatangan kapal setiap satu jam sekali, jadwal bongkar muat selama 1 jam 30 menit. Berikut jadwal keberangkatan kapal feri roro dari pelabuhan Padang Bai menuju pelabuhan Nusa Penida yakni:
Tarif terbaru penyebrangan Padangbai - Lembar berdasarkan 1 November 2024 mengalami kenaikan 5%, namun dengan kenaikan tarif ini mendapat banyak pertentangan dari pengguna jasa karena dinilai terlalu mendadak, sehingga Kemenhub menunda kenaikan tarif ini dan akan dilakukan sosialisasi kepada pengguna jasa kapal mengenai kenaikan tarif tersebut.[6][7]
Tarif penyebrangan Padangbai - Lembar sebelum 1 November
Golongan/Penumpang
Tarif
Dewasa
Rp65.300
Anak-anak
Rp6.100
Golongan I
Rp81.600
Golongan II
Rp169.400
Golongan III
Rp329.600
Golongan IV Penumpang
Rp1.184.100
Golongan IV Barang
Rp1.116.200
Golongan V Penumpang
Rp2.251.300
Golongan V Barang
Rp1.887.500
Golongan VI Penumpang
Rp.3.677.300
Golongan VI Barang
Rp3.160.200
Golongan VII
Rp4.059.800
Golonan VIII
Rp5.699.800
Golongan IX
Rp8.265.800
Insiden
Pada tahun 2003, KMP Wimala Dharma yang berangkat dari pelabuhan Padangbai menuju pelabuhan Lembar tenggelam 6 mil dari pelabuhan Padangbai. Seluruh muatan tidak bisa diselamatkan. Sebanyak 15 ABK termasuk nakhoda dan 120 penumpang selamat, sementara 5 penumpang meninggal dunia. [8]
Tahun 2007, KMP Nusa Bhakti terbakar sekitar 5,25 mil dari Padangbai, Kebakaran berasal dari kamar mesin. Setelah api berkobar, nakhoda lantas memutar haluan dan mengandaskan kapal di pantai Bugbug, Karangasem. Api berhasil dipadamkan. 72 Penumpang yang diangkut serta awak kapal selamat. Penumpang lantas berhasil dievakuasi.
17 Juli 2016, KMP Gelis Rauh terbakar sekitar 10 NM dari pelabuhan Padangbai, api berasal dari sebuah truk yang membuat kapal terbakar dan kandas di pantai Karangnadi, semua penumpang dan awak kapal selamat.
15 September 2016, kapal cepat Gili Cat II meledak setelah 15 menit berlayar dari dermaga fastboat Padangbai, ledakan ini mengakibatkan 2 penumpang meninggal 35 penumpang.
26 Mei 2019, KMP Swarna Cakra kandas setelah terseret deras sebelum tiba di Dermaga Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Kapal dengan membawa 194 orang penumpang ini sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Lembar Lombok, NTB, Minggu (26/5/2019) [9]
29 Januari 2020, pelayaran perdana KMP Parama Kalyani diwarnai dengan insiden kandas sekitar 100 meter dari dermaga 1 saat melakukan olah gerak sandar [10]
12 Juni 2020, KM Dharma Rucitra III tengglam di dermaga 2, penyebab kapal tersebut tenggalam berasal dari semburan air yang berada di steering gear room, 7 Juli 2020 kapal berhasil di angkat dan ditarik ke Surabaya untuk diperbaiki. [11][12]
Tahun 2022, KMP Roditha kandas dekat Dermaga 2 Pelabuhan Padang Bai, Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Minggu 24 Juli 2022 sekitar pukul 21.00 wita. Tak ada korban jiwa. Penumpang sempat panik dikarenakan cuaca sekitar Dermaga II tidak bersahabat.[13]
Tahun 2023, KMP Rodita yang membawa 137 penumpang ditambah 18 ABK sempat kandas 21 Juni 2023, sekitar 200 meter menjelang bersandar di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali. Namun seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan selamat.
Tahun 2023, Sebuah fast boat atau kapal cepat yang berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, menuju Gili Trawangan, fast boat tersebut mengankut 89 penumpang dan semua penumpang selamat [14]