Sebuah detail penguburan para tahanan perang Filipina dan Amerika yang memakai tandu untuk dibawa ke Kamp O'Donnell, Capas, Tarlac, 1942, setelah Pawai Kematian Bataan.
Jumlah sebenarnya tidak diketahui. Perkiraannya berkisar dari 5,650 sampai 18,000 tahanan perang tewas
Pawai Kematian Bataan (Filipina: Martsa ng Kamatayan sa Bataan; Jepang: バターン死の行進, Hepburn: Batān Shi no Kōshin) adalah pemindahan paksa oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang terhadap 60,000–80,000 tahanan perang Filipina dan Amerika dari Titik Saysain, Bagac, Bataan dan Mariveles ke Kamp O'Donnell, Capas, Tarlac, melalui San Fernando, Pampanga, di mana para tahanan diangkut memakai kereta. Total jarak perjalanan dari Mariveles sampai San Fernando dan dari Stasiun Kereta Capas sampai Kamp O'Donnell dilaporkan beragam oleh sumber-sumber berbeda antara 96.6 hingga 112.0km. Sumber-sumber berbeda juga banyak mengabarkan jumlah korban tahanan perang yang berbeda sebelum mencapai Kamp O'Donnell: dari 5,000 sampai 18,000 korban tewas Filipina dan 500 sampai 650 korban tewas Amerika pada barisan tersebut. Barisan tersebut diwarnai dengan serangkaian pelecehan fisik dan pembunuhan dan kemudian digugat oleh komisi militerSekutu atas kejahatan perang Jepang.
Levering, Robert (1948). Horror trek; a true story of Bataan, the death march and three and one-half years in Japanese prison camps. Horstman Printing. ISBN1258206307. OCLC1168285.
Murphy, Kevin C. (2012). "'Raw Individualists': American Soldiers on the Bataan Death March Reconsidered". War & Society. 31: 42–63. doi:10.1179/204243411X13201386799172.
Murphy, Kevin C. (October 13, 2014). Inside the Bataan Death March: Defeat, Travail and Memory. McFarland. ISBN978-0786496815.
Olson, John E. (1985). O'Donell: Andersonville of the Pacific. John E. Olson. ISBN978-9996986208.
"Back to Bataan, A Survivor's Story" – A narrative recounting one soldier's journey through Bataan, the march, prison camp, Japan, and back home to the United States. Includes a map of the march.
The Bataan Death March – Information, maps, and pictures on the march itself and in-depth information on Japanese POW camps.
1200 Days, A Bataan POW Survivor's Story A biography of Russell A. Grokett's survival of the Bataan Death March, including three years as a Japanese Prisoner of War.