Tan lahir pada 5 April 1940, di Yong Peng, negara bagian Johor dari migran asal provinsi Fujian, Tiongkok. Ia masuk novisiat Yesuit di Hong Kong pada 1959, dan meneruskan pendidikannya di Filipina dan Taiwan sebelum menerima Lisensiat Teologi Sakral di Milltown Institute of Theology and Philosophy, Dublin, Irlandia.
Pendidikan
Pada 1971, ia ditahbiskan menjadi imam dan memulai pendidikan doktoral di Ecole des Hautes Etudes, Prancis. Disertasi doktorlanya tentang pemikiran Mao Zedong, pendiri partai komunis Tiongkok, diajukan dalam bahasa Prancis dan membuatnya menerima gelar doktor cum laude. Uskup Tan dapat bertutur dalam bahasa Inggris, Prancis, Italia, Melayu dan Mandarin, serta dialek Tionghoa lainnya.
Karya keagamaan dan karya sosial
Setelah pembelajarannya, ia datang ke Kolombia di Amerika Latin untuk tahun terakhir pembinaan Yesuit. Kembali ke Malaysia, ia membantu mendirikan Pusat Riset Katolik di Malaysia pada 1977 agar umat Katolik diberitahu tentang ajaran Gereja tentang etika dan masalah sosial, yang membuatnya dikenal sebagai advokat publik,[1] serta tentang perkembangan politik, sosial dan ekonomi di Malaysia.
Tan juga menjadi pendiri Dewan Permusyawaratan Buddha, Kristen, Hindu dan Sikh Malaysia pada awal 1980an. Pada saat ini, dewan tersebut berkondultasi dengan pemerintahan, dan sebaliknya, tentang hukum, kebijakan dan persoalan lain terkait non-Muslim.
Ia dikenal karena advokasi publik tentang masalah sosial
ia juga aktif dalam ekumenisme, menjabat sebagai asisten sekretaris dan kemudian sebagai anggota komite eksekutif Federasi Kristen Malaysia sampai ia datang ke Roma pada 1992. Di Roma, ia menjabat sebagai asisten regional petinggi umum Yesuit untuk Asia Timur dan Oseania.
Paus Fransiskus menerima pengunduran diri Uskup Tan dari jabatan (karena mencapai usia pensiun wajib 75 tahun) pada 19 November 2015. Paus Fransiskus mengangkat Uskup Anthony Bernard Paul untuk menggantikannya.[3]