Patumbak pernah menjadi ibu negeri dari Urung Senembah yang merupakan salah satu Negeri Urung (Kerajaan) Suku Karo di wilayah Pesisir Timur Sumatera, yang dipimpin oleh seorang raja urung ber-mergaKaro-karo Barus dengan gelar perbapan urung dan setelah menguatnya pengaruh Islam dan Aceh di Sumatera Timur berganti menjadi raja urung ataupun datuk urung.
Secara geografis, Kecamatan Patumbak terletak pada 3⁰44’-3⁰52’ LU dan 98⁰69’- 98⁰72’ BT. Kecamatan Patumbak berbatasan dengan:[3]
Batas
Wilayah
Utara
Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan
Selatan
Kecamatan STM Hilir dan Kecamatan Patumbak
Timur
Kecamatan STM Hilir dan Kecamatan Biru-biru
Barat
Kecamatan Deli Tua dan Kota Medan
Wilayah administratif
Luas wilayah Kecamatan Patumbak adalah 43,79km2, dengan desa terluas adalah desa Marindal satu seluas 8,15km2 dan desa terkecil adalah desa Lantasan lama seluas 1,86km2.[3]
Kecamatan Patumbak terdiri dari 8 desa. Diantaranya adalah:[3]
Menurut hasil survei 2011 dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang, populasi penduduk Patumbak telah mencapai 20795 rumah tangga, dengan jumlah penduduk 88961 jiwa, di mana terdiri dari 45123 jiwa penduduk laki-laki dan 43838 penduduk wanita.[butuh rujukan]
Jumlah penduduk pada tahun 2023 berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Deli Serdang Tahun 2023 sebesar 94.580 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 2.159,85 jiwa per km2.[3]
Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk kecamatan Patumbak sebanyak 104.915 jiwa. Kemudian, persentase penduduk kecamatan ini berdasarkan agama yang dianut yakni Islam sebanyak 74,12%, kemudian Kekristenan sebanyak 25,59% dengan rincian Protestan sebanyak 23,07% dan Katolik sebanyak 2,52%. Sebagian lagi menganut Buddha, Hindu dan kepercayaan sebanyak 0,29%.[2]