The Most Rev.Patrick Coveney (29 Juli 1934–22 Oktober 2022), Uskup Agung TitulerSatrianum, adalah seorang prelatusGereja Katolik Irlandia berpangkat senior yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci dari 1966 sampai 2009. Ia menjadi uskup agung pada 1985 dan memenuhi sejumlah tugas sebagai Nunsius Apostolik, yang meliputi penempatan di Zimbabwe, Etiopia, Selandia Baru, dan Yunani.
Pada September 1966, ia datang untuk bekerja dalam seksi bahasa Inggris dari Sekretariat Negara di Vatikan.[2] Ia terkadang bertindak sebagai penerjemah Paus Paulus VI, sebagaimana kala Sri Paus menerima tiga antariksawan misi Apollo 11 yang menjadi manusia pertama yang mendarat di Bulan.[4]
Pada 25 Januari 1990, ia diangkat menjadi Nunsius untuk Etiopia dan juga Delegasi Apostolik untuk Djibouti pada 26 Maret 1992. Pada 30 September 1995, ia diangkat menjadi Nunsius untuk Eritrea.[9]
Coveney menjadi Nunsius Apostolik untuk Selandia Baru, Tonga, Kepulauan Marshall, dan Samoa, dan Delegasi Apostolik untuk Oseania pada 27 April 1996.[10][a] Penugasannya diperluas untuk meliputi Nunsius Apostolik untuk Fiji, Kiribati, Negara Federasi Mikronesia, dan Vanuatu pada 15 Oktober 1996,[11] dan Nunsius Apostolik untuk Nauru pada 7 Desember 1996.[12] Ia juga diangkat menjadi nunsius apostolik untuk Kepulauan Cook dan Palau pada 14 Juli 2001.[13] Selaku perwakilan diplomatik residen dengan masa jabatan terpanjang untuk Selandia Baru, Uskup Agung Coveney sempat menjabat sebagai dekan korps diplomatik. Meskipun berbasis di Wellington, ia juga mewakili Takhta Suci pada pelantikan Chen Shui-bian selaku presiden Republik Tiongkok (Taiwan) pada 18 Mei 2004.[14]
Coveney pensiun pada 2009, dan meninggal pada 22 Oktober 2022, dalam usia 88 tahun.[19]
Catatan
↑Sebagaimana yang tercatat dalam Acta Apostolicae Sedis, pelantikan tahun 27 April 1996 tak meliputi Samoa,[10] namun Coveney diidentifikasi sebagai Nunsius Apostolik untuk Samoa saat diberi gelar tambahan pada 15 Oktober 1996.[11]