Lingkungan
Patagonia berkomitmen menyumbangkan 1% dari total penjualannya ke organisasi peduli lingkungan,[17][18] melalui One Percent for the Planet, sebuah organisasi yang mana Yvon Chouinard merupakan salah satu pendirinya. One Percent for the Planet mendorong semua perusahaan untuk menyumbangkan 1% dari total pendapatan bersih tahunannya ke organisasi amal nirlaba yang fokus pada konservasi dan keberlanjutan.[19][20] Pada tahun 2016, Patagonia menyumbangkan semua hasil penjualannya pada hari Jumat Hitam senilai $10 juta ke organisasi peduli lingkungan.[21]
Patagonia menjalankan tanggung jawab sosial perusahaannya melalui sejumlah cara. Perusahaan ini menyumbangkan sebagian labanya, dan menerapkan aksi keberlanjutan di internal perusahaan, serta meningkatkan kesadaran terhadap masalah lingkungan. Misi dan "alasan keberadaan" Patagonia adalah:
"Di Patagonia, kami menganggap bahwa semua kehidupan di bumi sedang berada dalam bahaya kepunahan. Kami bertekad menggunakan semua sumber daya yang kami miliki, yakni bisnis kami, investasi kami, suara kami, dan imajinasi kami untuk melakukan sesuatu mengenai hal tersebut."
Pada tahun 2012, Patagonia menjadi Perusahaan Tersertifikasi B, menjadikannya sebuah perusahaan yang memenuhi “standar ketat mengenai performa sosial dan lingkungan, akuntabilitas, dan transparansi”. Patagonia menjadi perusahaan pertama yang terdaftar sebagai sebuah perusahaan manfaat di California, setelah aturan mengenai perusahaan di California direvisi untuk menetapkan persyaratan baru.
Patagonia didirikan untuk “tidak menyebabkan bahaya yang tidak perlu”, yang berarti bahwa mereka mengakui bahwa dalam proses produksinya, mereka menyebabkan bahaya, namun mereka berkomitmen untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk mengurangi bahaya tersebut.
Perusahaan ini berdasar pada empat nilai utama, yakni kualitas, integritas, peduli ingkungan, dan tidak terikat pada pakem tertentu.
Patagonia telah mengambil berbagai macam inisiatif dalam beberapa tahun terakhir, antara lain menggunakan ulang berbagai macam bahan dari pakaian yang dibuang, produk yang tidak berhasil dijual dari koleksi sebelumnya, dan sisa potongan kain. Selain itu, Patagonia berkomitmen merancang produk klasik yang tahan lama dan tetap relevan untuk dipakai sebelum akhirnya rusak. Setelah inisiatif tersebut, Patagonia meluncurkan koleksi “Seedling” untuk anak-anak, yang diproduksi dari sisa potongan kain, dan cukup diminati oleh pasar.
Politik dan preservasi tanah
Pada bulan Februari 2017, Patagonia memimpin boikot terhadap pameran dagang Outdoor Retailer, yang secara tradisi digelar di Salt Lake City, Utah, karena adanya peraturan baru di Utah yang akan mengalihkan tanah milik negara ke negara bagian. Patagonia juga tidak setuju dengan Gubernur Utah, Gary Herbert yang ingin agar pemerintah pusat membatalkan penetapan Monumen Nasional Bears Ears di Utah. Setelah sejumlah perusahaan ikut dalam boikot tersebut, penyelenggara acara, yakni Emerald Expositions mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima proposal dari Utah untuk tetap menjadi tuan rumah pameran dagang Outdoor Retailer dan akan pindah ke negara bagian lain.[22]
Pada tanggal 6 Desember 2017, Patagonia menuntut Pemerintah Federal dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas keputusannya mengurangi luas Monumen Nasional Bears Ears sebanyak 85% dan Monumen Nasional Grand Staircase-Escalante sebanyak hampir 50%. Patagonia menuntut melalui interpretasi Klausa Properti dari Konstitusi Amerika Serikat yang memberi Kongres wewenang untuk mengelola tanah milik negara. CEO Patagonia, Rose Marcario, menyatakan bahwa saat Kongres meresmikan Undang-Undang Purbakala tahun 1906, Kongres tidak memberi presiden wewenang untuk membatalkan keputusan penetapan monumen yang dibuat oleh presiden sebelumnya.[23][24]
Pada bulan Juni 2018, Patagonia menyatakan bahwa mereka akan mendonasikan $10 juta yang mereka dapat dari kebijakan pemotongan pajak pada tahun 2017, ke "organisasi yang berkomitmen melindungi udara, tanah, dan air, serta mencari solusi krisis iklim."[25][26]