Pada 06 Oktober 2024, Mgr. Paskalis Bruno Syukur diumumkan sebagai kardinal di antara 21 kardinal baru oleh Bapa Suci Paus Fransiskus pada Doa Angelus Hari. Namun, pada 23 Oktober 2024, waktu Indonesia, tersiar kabar bahwa Mgr. Paskalis Bruno Syukur telah meminta agar namanya tidak dimasukkan dalam daftar para calon kardinal pada Konsistori yang akan datang. Permohonan Mgr Paskalis ini telah diterima dan disetujui oleh Paus Fransiskus.[4]
Mgr. Paskalis Bruno Syukur menjabat sebagai Uskup Bogor hingga 19 Januari 2026, setelah itu memasuki masa emeritus.[5]
Pada tahun 1981 ia mulai menjalani pendidikan novisiat yang menuju ke panggilan imamatnya dengan masuk menjadi anggota Ordo Saudara Dina di Papringan, Depok, Yogyakarta.[8] Ia novisiat pada 15 Juli 1982.[9] Setahun kemudian, pada 15 Juli 1983 ia melaksanakan profesi pertama.[9]
Pada tahun 1983, ia mulai menjalani studi filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dan lulus sebagai sarjana muda (BA) filsafat pada tahun 1987 bersama sejumlah mahasiswa Yesuit.[8] Generasi Mgr. Syukur merupakan generasi terakhir mahasiswa STF yang harus menempuh ujian BA, sebelum dapat melanjutkan studi lanjut dalam bidang filsafat untuk memperoleh gelar doktorandus (Drs).[2][10]
Mgr. Syukur kemudian mendapat penugasan dari OFM Provinsi Indonesia sebagai magister novis untuk para frater calon OFM di Novisiat OFM di Depok, Jawa Barat pada tahun 1996 hingga tahun 2001,[13] sekaligus bertugas di Paroki Santo Herculanus, Depok.[14] Ia kemudian menjadi imam pendamping frater-frater di komunitas OFM dan menjadi anggota Dewan Provinsi OFM Indonesia.[13] Ia juga sempat menjadi Dewan Penasihat Keuskupan Agung Jakarta, semasa Julius Kardinal Darmaatmadja, S.J. menjadi Uskup Agung dan Mgr. Ignatius Suharyo menjadi Uskup Agung Koajutor.[15]
Ia kemudian terpilih menjadi Provinsial OFM dalam Sidang Provinsi pada tahun 2001 dan bertugas hingga 2007,[16] dan kemudian terpilih kembali pada tahun 2007 hingga pada tahun 2009 ia diangkat menjadi Definitor General O.F.M. untuk wilayah Asia dan Oseania seperti India, Pakistan, Jepang, Australia-Selandia Baru, dan juga Indonesia, dan bertugas di Generalat OFM di Roma, Italia.[12]
Pada 21 November 2013, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Uskup Bogor, menggantikan Uskup sebelumnya, Mgr. Cosmas Michael Angkur, O.F.M., yang memasuki usia pensiun, yang pada hari itu pengunduran dirinya diterima.[17]
Mgr. Paskalis kini juga telah menjadi Ketua Komisi Kateketik KWI. Ia sangat mencintai anak muda, dan fokus pastoralnya kepada keluarga. Ia kini juga memberdayakan keuskupannya kepada katekis-katekis muda yang juga dari UNIKA Atma Jaya.
Pada 6 Oktober 2024, Mgr. Paskalis diangkat sebagai kardinal baru, diumumkan oleh Paus Fransiskus setelah doa Angelus (Malaikat Tuhan) di Vatikan. Bersama dengan Mgr Paskalis, diangkat 20 kardinal baru di seluruh dunia, yang akan dikukuhkan pada Konsistori untuk pembentukan Kardinal baru pada tanggal 8 Desember 2024 pada Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda di Vatikan..
Namun pada 23 Oktober 2024, waktu Indonesia, tersiar kabar bahwa Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, mantan Provinsial Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia dari tahun 2001 hingga 2009, telah meminta agar namanya tidak dimasukkan dalam daftar para calon kardinal pada Konsistori yang akan datang. Informasi ini dikonfirmasi oleh Direktur Kantor Pers Tahta Suci, Matteo Bruni, pada Selasa malam (22/10/2024) waktu Vatikan.
Bruni menyampaikan bahwa Uskup Bogor yang kini berusia 62 tahun tersebut secara langsung telah menyatakan permohonannya kepada Paus Fransiskus. Mgr. Paskalis mengajukan penolakannya untuk diangkat menjadi kardinal karena merasa masih ingin lebih bertumbuh dalam kehidupan imamatnya. Ia juga menyatakan keinginannya untuk terus berkembang dalam pelayanan kepada Gereja dan umat Allah.
“Ia memilih untuk melanjutkan proses pertumbuhan pribadinya dalam pelayanan kepada Gereja dan umat Tuhan. Penolakan tersebut muncul dari keinginan mendalam untuk semakin memperdalam kehidupan imamatnya,” ujar Bruni dalam pernyataannya.
Paus Fransiskus telah menerima dan menyetujui permohonan Mgr. Paskalis untuk tidak diangkat sebagai kardinal dalam Konsistori mendatang. Dengan demikian, jumlah calon kardinal yang akan menerima biretta merah pada Konsistori bulan Desember mendatang berkurang dari 21 menjadi 20 orang.