Usman Daeng Mattawang dari Jampea menunjukkan daftar tulisan tangan bertanggal yang dimulai dengan Rommeng (Sayyid Abdul Aziz Karaeng Sonding), yang konon merupakan Lolo Bajo Calloh dari Galesong yang datang ke Jampea kemudian memerintah Jampea dari pulau Katela. Tanggal pertama yang diberikan selama wawancara, yaitu 1431 sebagai tahun kedatangan Orang Bajo di perairan Mallengkeri, yang diyakini sebagai nenek moyang dari Rommeng (Sayyid Abdul Aziz Karaeng Sonding) yang kelak menjadi Punggawa pertama Jampea.
*Daftar Opu Ponggaha/Punggawa Jampea dan Istrinya (permaisuri) yang berpusat di Pulau Katela:*
1. Rommeng dan Atika (Keduanya Bajo) 1763-1797
2. Salluna dan Maemuna (keduanya Bajo) 1797-1824
3. Paqgama Dg. Pahallang dan Saripa Rabia (Bira+Galesong) 1824-1851
4. Sulamin dan Sapia 1851-1864
5. Jalaq dan Haria 1864-1873
6. Balumbang dan Halipa 1873-1887
7. Jammong dan Rugaya 1887-1913
8. Juma dan Gung Nio (Selayar+Cina) 1913-1917
9. Mohtar Daeng Sibali dan B.Dg. Sinara 1917-1951
10. Muhammad Nur 1951-1952
11. Dg. Macora dan Hayatung 1952-1963
*Kadhi / Imam/ Opu Kidi Jampea:*
1. H. Marsuki (Lolo Bajo) 1749-1808
2. Muhammad Kidi 1808-1855
3. H. Abdul Jawas 1855-5
4. Sonno (Kakek dari informan yakni Usman Daeng Mattawang) 1893-1933
5. Husaini Dg. Marimba 1933-1945
6. Makkasolang 1945-1958
Selain kisah tentang asal usul Bajo, Usman Daeng Mattawang selama hampir satu setengah hari melakukan riset menghasilkan banyak informasi mengenai migrasi, hubungan keluarga (sebagian diambil dari buku yang disebutkan), dan banyak catatan sejarah dan budaya. Berikut ini saya akan menguraikan data tentang silsilah dan migrasi.
Ketika tiba di Jampea, Rommeng (Sayyid Abdul Aziz Karaeng Sonding), Tuan Renreng dan pengikutnya menghadapi perlawanan dari beberapa "Kapten Seram" yang disebutkan nama-namanya: Dolomang, Tarangganu, Datu Ringgiq, Ali Aba, yang masing-masing menjaga sebagian pulau. Setelah kesepakatan tercapai, beberapa kapten Seram pergi, sementara yang lain membuat perjanjian dengan Bajo. Sebagai imbalannya, bendera Rommeng dan bendera kuning kapten Seram dipertukarkan dan digabungkan: Ketika Bajo datang, mereka harus menunjukkan "kuning di atas biru", ketika orang Seram berlayar ke Jampea, biru harus di atas biru.
Ditulis oleh Muhammad Idris Karaeng Palili Alang
Demografi
Grafik pertumbuhan penduduk kecamatan Pasimasunggu Timur