“PRIMA, Partainya rakyat biasa, lahir di tengah pusaran arus kehidupan bangsa yang keras, baik karena pandemi, masalah ekonomi yang semakin jauh dari prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan, polarisasi kehidupan berbangsa yang akut dan hilangnya gagasan besar untuk membangun kehidupan yang adil, aman dan damai".
Jakarta, 1 Juni 2021
(Agus Jabo Priyono, Ketua Umum PRIMA)
Kalimat di atas menegaskan bahwa Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) lahir dari situasi ekonomi politik Indonesia yang carut-marut sehingga kesejahteraan masyarakat sulit untuk dicapai. PRIMA memiliki sejarah perjuangan panjang dari masa ke masa.
PRIMA tidak berdiri sendiri; ada sejarah cukup panjang yang menyertainya; yaitu sejarah perlawanan dan perjuangan pemuda-pemudi dan rakyat biasa lainnya terhadap sistem ekonomi politik yang militeristik dan kapitalistik, yaitu rejim Orde Baru. Mengenal PRIMA tanpa memahami sejarah perjuangannya akan membawa kesadaran kita pada kesadaran partai elektoral an-sich yang akan membuat kader dan anggota partai tidak memiliki daya juang yang tinggi untuk mewujudkan tatanan masyarakat baru yaitu Masyarakat Adil, Makmur dan Bahagia.
PRIMA merupakan “Transformasi”, kelanjutan dari Partai Rakyat Demokratik (PRD): yaitu partai yang memiliki sejarah perlawanan, bahkan bisa dikatakan sebagai pelopor dan garda terdepan dalam menumbangkan rejim Orde Baru, di mana aksi massa digunakan sebagai metode perjuangannya. Tentu saja proses transformasi dari PRD menjadi PRIMA yang kita kenal sekarang melalui banyak perdebatan teori; diuji dalam praktek politik, organisasi dan ideologi.
Sejarah PRD pada essensinya adalah sejarah pembangunan dan pengembangan perlawanan terhadap semua bentuk tata cara penindasan terhadap masyarakat dalam bentuk apapun. Dari pengalaman membangun aktivitas komite-komite aksi di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an hingga dikembangkan menjadi persatuan hingga partai pada tahun 1994-1996. Dari pengalaman tersebut, PRD memandang bahwa kekuatan rakyat yang berkesadaran demokratik dan terorganisir dalam wadah-wadahnya yang merdeka serta mandiri merupakan satu-satunya kekuatan yang berkemampuan membebaskan penindasan terhadap masyarakat dalam bentuk apapun.
Partai Rakyat Demokratik (PRD) merupakan salah satu partai yang berbeda dengan partai-partai lain selama sejarah pemerintahan Orde Baru. Partai ini banyak mengalami berbagai bentuk represi dan penindasan, baik secara fisik maupun mental oleh alat-alat kekuasaan pemerintah Orde Baru. Perlakuan-perlakuan seperti intimidasi, pengejaran, penculikan, pembunuhan dan pemenjaraan diterima PRD, melebihi perlakuan Orde Baru terhadap partai-partai lainnya. [3]
Ketua Umum
Saat ini, Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur adalah Agus Jabo Priyono sejak 1 Juni 2021. Berikut adalah daftar Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur.
Jajaran PARTAI PRIMA di tingkat pusat terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat serta badan-badan otonom bernama Majelis yang terdiri dari Majelis Rakyat Adil Makmur, Majelis Pertimbangan Partai (MPP) dan Majelis Pakar (MP).
Sementara jajaran PARTAI PRIMA di tingkat Provinsi terdiri dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta badan-badan otonom bernama Majelis yang terdiri dari Majelis Rakyat Adil Makmur dan Majelis Pertimbangan Partai.
Jajaran PARTAI PRIMA di tingkat Kabupaten/Kota terdiri Dari Dewan Pimpinan Kabupaten/Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta badan otonom bernama Majelis Rakyat Adil Makmur.
Berikut adalah struktur kepemimpinan Partai Rakyat Adil Makmur periode 2025–2030.[4][5]