Partai Demokrat Konstitusional (立憲民主党code: ja is deprecated , Rikken Minshutō) atau yang sering disingkat menjadi CDP, Rikkentō (立憲党code: ja is deprecated ), 立民党 (Ritsumintōcode: ja is deprecated ) or 民主党 (Minshuto),[5] adalah sebuah partai kiri tengah di Jepang yang diketuai oleh mantan Ketua Sekretariat KabinetYoshihiko Noda. CDP adalah partai oposisi terbesar di Jepang pada saat ini setelah memenangi 55 kursi di pemilihan umum di Oktober 2017.
Partai baru ini dideklarasikan pada 2 Oktober 2017 oleh wakil ketua umum DP Yukio Edano dalam sebuah konferensi pers di Tokyo. Edano mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan setiap kader liberal dan bersayap kiri yang tidak berniat atau ditolak sebagai calon dari Kibō no Tō.[12][13]
Pada 3 Oktober 2017, partai baru ini menyatakan tidak akan melawan kandidat yang diusung oleh Kibō no Tō.[14] Namun tindakan ini tidak dibalas setimpal karena Yuriko Koike mengusung seorang kandidat untuk melawan Yukio Edano. Sebagai reaksi tersebut, Partai Komunis Jepang (JCP) menarik kadernya dan mendukung Edano agar ia tidak akan kehilangan suara.[15] Partai pimpinan Edano kemudian memenangkan 55 kursi,[9] menjadi partai oposisi terbesar dan kemudian berkoalisi dengan Partai Komunis dan Partai Demokrat Sosial Jepang (SDP) untuk membentuk blok oposisi pasifis.
Pada 19 Agustus 2020, CDP mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pergabungan dengan Partai Demokrat untuk Rakyat (DPP) serta bergabungnya beberapa anggota independen pada September.[17] Pada kongres baru partai yang diselenggarakan pada 10 September, para anggota memutuskan untuk mempertahankan nama Partai Demokrat Konstitusional.[18] Dari hasil merger tersebut, CDP memiliki 149 anggota dan memiliki jumlah fraksi sebesar 107 anggota, lebih besar dibandingkan dengan Partai Demokrat yang mendahuluinya dengan jumlah 156 anggota dan 96 kursi. Di antara para independen yang bergabung ke dalam partai ini adalah mantan Perdana Menteri JepangYoshihiko Noda. Beberapa anggota DPP yang lebih konservatif seperti Yuichiro Tamaki menolak untuk bergabung dengan CDP dan Tamaki memutuskan untuk memimpin sisa partai DPP.[19][20]
Pada 14 November 2020, Partai Demokrat Sosial Jepang mengumumkan bahwa mereka akan melakukan merger dengan CDP dan mempersilakan seluruh anggota SDP untuk bergabung ke CDP.[21] Namun, ketua umum SDP Mizuho Fukushima menolak isi perjanjian merger dengan CDP dan tetap memimpin SDP.[21]