Gereja St. Maria Immaculata kemudian didirikan 8 Desember 1969; gubahan rancang-bangun gereja yang mendekati bentuk segi delapan (oktagonal) ini memberikan keunikan tersendiri karena jarang ada di Indonesia, khususnya di Bali. Gubahan rancang bangun denah oktagonal gereja ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya memasukkan simbol salib suci ke dalam bentuk dasar rancang bangunnya. Simbol salib yang dikembangkan ke dalam denah, merupakan pengembangan bentuk salib sama sisi yang banyak dikembangkan dalam gubahan bentuk gereja Yunani. Dengan denah berbentuk oktagonal ini, maka akan dicapai keseimbangan yang simetris secara vertikal maupun horisontal. Keseimbangan bentuk ini dapat diasumsikan setara dengan konsep "terbuka" untuk mencapai keseimbangan harmonis dan beradaptasi secara komunikatif dengan lingkungannya.[2][5]
Umat paroki
Umat Katolik Paroki St. Maria Immaculata Tabanan pada umumnya merupakan pendatang, kecuali umat yang berada di Stasi Piling dan Stasi Penganggahan yang merupakan etnis asli Bali. Keberagaman etnis ini sangat berpengaruh pada aspek sosio budaya. Namun demikian, budaya Bali tetap tampil sebagai yang dominan. Peran umat Katolik dalam tata pemerintahan sangat minim, terkecuali mereka yang bekerja sebagai PNS, bila dibandingkan dengan keterwakilan orang Katolik baik pada lembaga legislatif maupun di lembaga yudikatif.[1]