Sejarah nama Batakan digunakan karena dulu ada dua pelaut bersaudara yang berlayar menggunakan sampan (jukung) mengarungi sungai Saluang.[2] Namun, tiba-tiba ombak menghempaskan mereka sampai tiba di suatu daratan. Kini, daratan tersebut dijuluki dengan “Batakan” yang mana mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan.[2]
Pantai berpasir coklat ini memiliki debur ombak kecil dengan air laut yang tidak begitu jernih.[2] Pohon-pohonkelapa tampak menghiasi tepian pantai, sementara di sisi lain, terdapat perkampungan nelayan.[2] Melalui pantai ini kita juga bisa melihat Gunung Meratus yang menjulang tinggi dan tampak hijau dengan hiasan pohon-pohon pinus.[2]
Para pengunjung Pantai Batakan dapat melihat banyak pohon cemara yang hijau serta menjulang tinggi dan tumbuh dengan rapat.[3]
Saat bulan Juli atau Agustus, di Pantai Batakan biasanya ada sebuah ritual yang diadakan oleh para nelayan.[1] Ritual ini dilakukan oleh para nelayan sebagai bentuk terima kasih atas rezeki yang diperoleh dari laut selama setahun dan untuk memohon kepada Tuhan agar selamat ketika melaut.[1]
Akomodasi
Perjalanan darat menuju pantai ini kurang lebih berjarak 40 kilometer dari Kota Pelaihari (Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut) dan sekitar 125 kilometer dari kota Banjarmasin. Akses jalan darat dari Banjarmasin menuju Pantai Batakan sudah cukup bagus. Selama perjalanan menuju lokasi, para pengunjung dapat menikmati pemandangan yang disuguhkan berupa sawahhijau yang luas dengan pegunungan sebagai latar belakangnya.[2] Ketika hampir sampai, mereka akan disambut oleh sebuah tugu yang membelah jalan menjadi dua dan sebuah pintu gerbang yang berukuran besar.[2]
Selain dapat berjalan-jalan dengan kaki tanpa alas, para pengunjung dapat menyewa kuda untuk berkeliling pantai.[3] Kuda yang digunakan bukan jenis kuda pacuan, melainkan kuda yang bertubuh kecil yang tinggi punggungnya berada di antara pinggul dan dadaorangdewasa.[3] Selain menunggang kuda, pengelola pantai juga menyediakan delman.[3] Para pengunjung dapat berputar-putar dengan delman yang dijalankan oleh kusir untuk keliling pantai.[3] Selain itu, apabila di darat pengunjung dapat menggunakan kuda dan delman, maka untuk di laut, orang bisa menyewa perahu motor untuk memudahkan bagi siapa saja yang ingin melihat laut dari jarak dekat atau untuk pergi ke Pulau Datu yang ada di seberang.[2][3]
Untuk fasilitas, lokasi wisata ini menyediakan kamarmandi yang diisi dengan air tawar untuk membilas tubuh setelah bermain di laut.[1] Di sini juga dapat dijumpai panggunghiburan di mana para penyanyi menghibur pengunjung.[1] Ada daerah bermain untuk anak-anak, sekaligus restoran, dan juga tempat ibadah.[1] Para pengunjung juga tidak perlu khawatir jika membawa kendaraan pribadi karena pengelola menyediakan area parkir yang luas serta dapat menampung ratusan kendaraan bermotor.[1]
Untuk biaya masuk, setiap orang dikenai Rp20.000.[4] Apabila merasa ragu berjalan-jalan sendiri, di sini disediakan juga pemandu wisata yang akan menemani kelilingi pantai, cukup hanya dengan membayar Rp5.000 saja.[5] Sedangkan delman, para pengunjung dikenai biaya Rp5.000 sampai Rp10.000 setiap orang.[5]
Penginapan sederhana juga disediakan bagi para pengunjung. Meskipun semua penginapan dengan fasilitas kipas angin tetapi sangat cukup buat pengunjung yang hendak beristirahat. Mulai dari harga Rp100.000 per malam atau berkemah di sekitar pantai.[2][4]Cendera mata juga dapat dibeli dari pantai ini, seperti kerupuk ikan dan barang-barang lain yang dibuat dari hasil laut.[4]
Pantai Batakan Baru
Pantai ini baru dibuka pada tahun 2020,[6] lokasinya berdekatan dengan Pantai Batakan Lama. Pantai ini dikelola oleh BKSDA Provinsi Kalimantan Selatan[7] dengan luas 10,5 hektare sepanjang 1km. Pantai Batakan Baru juga sering disebut New Batakan Beach, di sini banyak lokasi berfoto estetik.
Pantai ini akan dipenuhi wisatawan berbagai daerah pada saat musim libur panjang atau akhir pekan. Pantai Batakan Baru terdapat penginapan, villa ataupun fasilitas kemah.[butuh rujukan]
Referensi
1234567"Pantai Batakan". Kabupaten Tanah Laut. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-12. Diakses tanggal 12 Mei 2014.