Panggungrejo adalah satu dari empat kecamatan yang ada di Kota Pasuruan. Panggungrejo merupakan kecamatan termuda di Kota Pasuruan yang baru terbentuk pada tahun 2012. Pada awalnya kecamatan ini diberi nama Kandangsapi, tetapi kemudian diganti menjadi nama sekarang.[1][2] Panggungrejo terletak di pusat kota sehingga banyak bangunan penting di Pasuruan yang berada di kecamatan ini seperti alun-alun, masjid agung (di depannya terdapat Wisata Payung Madinah), Stadion Untung Suropati, hingga Stasiun Pasuruan. Namun di antara berbagai lokasi tersebut, terdapat tempat yang paling ikonik yaitu Pelabuhan Pasuruan. Dahulu, Pasuruan dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di Pulau Jawa. Pelabuhan yang sekarang memang tidak sebesar yang dulu, tetapi masih ramai dimanfaatkan oleh nelayan.
Geografi
Peta administrasi Kota Pasuruan
Panggungrejo adalah kecamatan yang terletak di tengah Kota Pasuruan. Sama seperti kecamatan lainnya di Kota Pasuruan, geografinya berupa dataran rendah. Sebagian besar lahan di kecamatan ini berupa kawasan perkotaan yang padat penduduk. Namun, juga terdapat areal tambak di sekitar Kelurahan Panggungrejo. Kecamatan Panggungrejo dilintasi sungai terpenting di Kota Pasuruan yaitu Sungai Gembong yang melintas di tengah kecamatan dan berakhir di Pelabuhan Pasuruan.
Batas wilayah Kecamatan Panggungrejo adalah sebagai berikut:[3]
Panggungrejo adalah kecamatan termuda di Kota Pasuruan, tetapi letaknya berada di kawasan tertua dan terpenting dalam sejarah Pasuruan. Cikal bakal Kota dan Kabupaten Pasuruan dimulai di Pelabuhan Pasuruan yang merupakan salah satu pelabuhan penting di Pulau Jawa pada zaman dahulu. Pasuruan resmi dikuasai Belanda pada tahun 1743 dan perkembangan kota ini menjadi makin pesat. Beberapa infrastruktur mulai dibangun, salah satunya adalah Stasiun Pasuruan yang dibangun sekitar tahun 1870-an. Bangunan penting lainnya adalah pabrik mesin dan baja NV De Bromo (sekarang menjadi PT Bromo Steel Indonesia / BOSTO) yang dibangun di samping pelabuhan serta Het Proefstation Oost Java atau stasiun pengujian gula yang sekarang menjadi gedung P3GI.[4][5]
Pada awalnya, Kota Pasuruan hanya memiliki 1 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Pasuruan yang kemudian dipecah menjadi tiga pada tahun 1982. Ketiga kecamatan tersebut yaitu Gadingrejo, Purworejo, dan Bugul Kidul. Kecamatan di Kota Pasuruan bertambah menjadi 4 dengan diresmikannya Kecamatan Kandangsapi berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2012. Nama Kandangsapi adalah salah satu kelurahan di kecamatan ini, tetapi dirasa kurang cocok oleh beberapa kalangan masyarakat. Sehingga, tidak lama kemudian nama Kecamatan Kandangsapi diubah menjadi Kecamatan Panggungrejo berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2012.[1][2]
Kecamatan Panggungrejo dibentuk dari tiga kecamatan lain di Kota Pasuruan, dengan rincian sebagai berikut:[1]
Dari Kecamatan Gadingrejoย : Kelurahan Karanganyar, Tambaan, Trajeng
Dari Kecamatan Purworejoย : Kelurahan Bangilan, Kebonsari, Mayangan, Ngemplakrejo
Dari Kecamatan Bugul Kidulย : Kelurahan Petamanan, Pekuncen, Bugul Lor, Kandang Sapi, Panggungrejo, Mandaranrejo
Galeri
Produksi rel kereta di Pabrik De Bromo
Sebuah mesin di Pabrik De Bromo
Stasiun Pasuruan (1947)
Perahu di Pelabuhan Pasuruan
Daftar kelurahan / desa
Kecamatan Panggungrejo terdiri dari 13 kelurahan, sehingga membuatnya menjadi kecamatan dengan jumlah kelurahan paling banyak di Kota Pasuruan. Kelurahan tersebut yakni sebagai berikut:[3]