Pangeran Hisahito dari Akishino (秋篠宮悠仁親王殿下code: ja is deprecated , Akishino no miya Hisahito shinnō denka, lahir 6 September 2006
) adalah anak ketiga dan putra satu-satunya dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko, serta merupakan keponakan dari Kaisar Naruhito. Saat ini ia adalah pewaris takhta Kekaisaran Jepang kedua setelah ayahnya yaitu Putra Mahkota Akishino.[1]
Sebelum kelahirannya, kurangnya ahli waris laki-laki dalam keluarga kekaisaran telah memicu perdebatan suksesi kekaisaran Jepang, dengan beberapa politikus mendukung penghapusan hak kelahiran agnatik yang berlaku di Jepang sejak monarki didirikan pada tahun 660 SM, dengan delapan pengecualian (maharani terakhir yang berkuasa adalah Go-Sakuramachi, m.1762–1771), dan yang tetap menjadi hukum suksesi kekaisaran di bawah konstitusi Jepang pasca-perang. Kelahiran Hisahito pada tahun 2006 menghilangkan kebutuhan untuk membuat ketentuan non-tradisional apa pun untuk suksesi. Saat lahir, ia menjadi orang berikutnya dalam garis suksesi setelah paman dan ayahnya.
Nama
Menurut pihak Kekaisaran Jepang, nama "Hisahito" bermakna "tenang dan berbudi luhur". Nama tersebut dipilih oleh ayahnya sendiri dengan meletakan kotak kayu yang bertuliskan nama dalam selembar kertas buatan tangan tradisional Jepang. Lambang pribadinya (mon) adalah pohon koyamaki (Latin: Sciadopitys verticillata).[2]
Biografi
Pangeran Hisahito lahir pada tanggal 6 September 2006, pukul 08.27 waktu Jepang, dengan berat 2,6kg dan panjang 48,8cm melalui operasi sesar. Dia lahir saat anggota keluarga kekaisaran Jepang mengalami dilema karena belum mempunyai keturunan pria baru sepanjang 40 tahun terakhir dan menghadapi kemungkinan harus mengubah undang-undang agar mengizinkan wanita menjadi pemimpin kekaisaran.[3]
Pada ulang tahun pertamanya, Pangeran Hisahito merayakannya di bawah sorotan kamera. Ketika Pangeran Hisahito berusia 3 tahun, dia memiliki berat 13,6kg dan tingginya 94cm. Dia sangat senang bermain bola dan sepatu roda, serta makan sendiri dan memakai baju sendiri. Oleh orang tuanya, dia dipanggil Yuyu, Yu-chan, atau Hisahito-kun.[4]
Pada tanggal 14 Maret 2013, dia lulus dari TK di Universitas Ochanomizu, Tokyo,[5] dan akan masuk sekolah untuk belajar di SD Universitas Ochanomizu tanggal 7 April 2013.[6] Dengan demikian, Pangeran Hisahito menjadi anggota keluarga kekaisaran Jepang pertama yang menempuh pendidikan di luar Sekolah Dasar Gakushuin, yang juga terletak di Tokyo.