Pajagan adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Desa ini memiliki luas wilayah 9,60km², menjadikannya desa terluas di Kecamatan Cisitu, mencakup 18% dari total luas wilayah kecamatan.[1]
Geografi
Desa Pajagan berada di bagian timur Kecamatan Cisitu, berbatasan langsung dengan Kecamatan Jatigede melalui Sungai Cimanuk.[2] Desa ini memiliki ketinggian rata-rata antara 341 hingga 484 meter di atas permukaan laut.[1] Koordinat geografisnya adalah 6°51′0″S 108°4′49″E.[3]
Batas-batas wilayah Desa Pajagan adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara: Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja
Sebelah Timur: Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede
Sebelah Selatan: Desa Karedok, Kecamatan Jatigede
Sebelah Barat: Desa Cilopang dan Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu[4]
Pemerintahan
Secara administratif, wilayah Desa Pajagan terbagi ke dalam 3 (tiga) dusun.[3] Berdasarkan data per Juni 2019, Kepala Desa Pajagan dijabat oleh Titin Rohaetin.[5]
Ekonomi dan Pariwisata
Sektor utama di Desa Pajagan adalah pertanian. Desa ini memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai desa wisata pertanian (agrowisata), khususnya budidaya tanaman buah seperti jeruk siam. Pengembangan ini didukung oleh suhu yang sejuk dan pemandangan perbukitan yang indah.[6]
Lokasi desa yang strategis karena berhadapan langsung dengan Bendungan Jatigede menjadikannya memiliki potensi pariwisata yang terus berkembang.[2] Salah satu objek wisata utama di desa ini adalah Tanjung Duriat. Objek wisata ini menawarkan berbagai fasilitas seperti lantai dan menara kaca, gazebo, taman, wisata perahu, dan berbagai tempat swafoto dengan latar pemandangan waduk.[7]
Selain itu, terdapat juga potensi wisata religi di Bukit Banen (atau Bukit Banin), yang menurut cerita rakyat setempat pernah disinggahi oleh seorang kesatria sekaligus ulama muslim.[8]
Pendidikan
Di Desa Pajagan terdapat fasilitas pendidikan formal, di antaranya:
SD Negeri Sukajaya (berlokasi di Dusun Cisasak)[9]
Budaya
Desa Pajagan memiliki beberapa potensi seni budaya tradisional yang diharapkan dapat menunjang sektor pariwisata di sekitar Waduk Jatigede. Kesenian tersebut antara lain Seni Reog, Kuda Renggong, dan Seni Tayub.[10]
Desa ini memiliki wilayah seluas 960,250 hektare, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara: Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja
Sebelah Timur: Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede
Sebelah Selatan: Desa Karedok, Kecamatan Jatigede
Sebelah Barat: Desa Pajagan dan Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu
Pembagian wilayah
Wilayah Desa Pajagan terbagi ke dalam tiga dusun, dengan rincian sebagai berikut:
Dusun Sudapati, terdiri dari dua kampung:
Kampung Cisasak, terdiri dari 1 RW:
RW 01, terdiri dari 2 RT
Kampung Sudapati, terdiri dari 1 RW:
RW 02, terdiri dari 10 RT
Dusun Pajagan, terdiri dari satu kampung:
Kampung Pajagan, terdiri dari 2 RW:
RW 03, terdiri dari 6 RT
RW 04, terdiri dari 6 RT
Dusun Cicau, terdiri dari satu kampung:
Kampung Cicau, terdiri dari 1 RT (tanpa pembagian RW)
Potensi
Desa Pajagan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Lokasinya yang strategis, berada tepat di hadapan Proyek Bendungan Jatigede, memberikan nilai lebih dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah ke depannya.