PSM Madiun
| Nama lengkap | Persatuan Sepakbola Madiun | ||
|---|---|---|---|
| Julukan | Banteng Wilis | ||
| Nama singkat | PSM | ||
| Kota/Kabupaten | Madiun | ||
| Negara | |||
| Federasi | PSSI | ||
| Konfederasi | AFC | ||
| Berdiri | 29 Mei 1929; 97 tahun lalu (1929-05-29) (sebagai Madioensche Voetbal Bond (MVB) | ||
| Stadion | Stadion Wilis, Kota Madiun, Jawa Timur (Kapasitas: 25,000) | ||
| Pemilik | PT. PERKASA SAKTI MADIUN | ||
| CEO | Bobby Habibie | ||
| Sekretaris | Arief Syaifuddin | ||
| Manajer | |||
| Pelatih | |||
| Dokter Tim | |||
| Liga | Liga 4 Jawa Timur 2025-2026 | ||
| Situs web | Situs web resmi klub | ||
| Pencetak gol terbanyak | |||
| Kelompok suporter | MVB (Madioensche Vokoid Brigade) & The Mad Man | ||
| |||
| PSM Madiun | ||
|---|---|---|
Tim utama | ||
(Persatuan sepakbola Madiun) disingkat dengan (PSM Madiun) merupakan Tim sepak bola Indonesia yang berasal dari Kota Madiun, Jawa Timur. Klub ini adalah merupakan satu dari 7 (tujuh) klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau (PSSI). PSM Madiun didirikan pada 29 Mei 1929 dengan nama Madioensche Voetbal Bond (MVB).[1][2]
PSM Madiun pernah menjadi juara ketiga Piala Indonesia pada tahun 1997-1998. Pada saat itu PSM Madiun kalah saat melawan Persebaya Surabaya dengan skor (3-2). Sekarang PSM Madiun berkompetisi di Liga 4 yang merupakan kompetisi sepak bola tingkat ke empat di liga Indonesia setelah terdegradasi dari PNM Liga 3 Nusantara 2024-2025 dan sempat menempati posisi ke 6 di edisi Liga 3 Jawa Timur dan melanjutkan ke liga 3 nasional.[3], akan tetapi langkah para penggawa PSM MADIUN harus terhenti pada putaran 16 besar liga 3 nasional, kemudian di lanjutkan di edisi PNM Liga 3 Nusantara 2024-2025 dan harus menerima kenyataan terdegradasi ke Liga 4.[4]
Sejarah
PSM Madiun didirikan oleh Kartodarmoedjo pada tanggal 29 Mei 1929 dengan nama awal Madioensche Voetbal Bond (MVB). Kehadiran MVB saat itu menjadi wadah perjuangan sekaligus cermin gairah masyarakat Madiun terhadap olahraga sepak bola pada masa kolonial Hindia Belanda. Setahun kemudian, nama Madioensche Voetbal Bond resmi diganti menjadi Perserikatan Sepak bola Madiun yang disingkat menjadi PSM.
Tujuh Pendiri PSSI (Seven Founders)
Pada tanggal 19 April 1930, PSM Madiun mencatatkan tinta emas dalam sejarah olahraga nasional. Bersama dengan enam klub bumiputera lainnya—yaitu VIJ Jakarta (Persija), BIVB Bandung (Persib), IVBM Magelang (PPSM), SIVB Surabaya (Persebaya), VVB Solo (Persis), dan PSM Yogyakarta (PSIM)—mereka turut membidani kelahiran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan bersejarah di Societeit Hadiprojo, Yogyakarta.[2]
Dalam kongres pendirian tersebut, PSM Madiun diwakili secara langsung oleh Kartodarmoedjo. Kesepakatan ini lahir dari semangat nasionalisme para tokoh sepak bola daerah untuk mengimbangi dominasi federasi sepak bola kolonial Belanda (NIVB). Pada masa kompetisi Perserikatan awal, Laskar Wilis sempat menorehkan prestasi gemilang dengan finis sebagai peringkat ketiga nasional pada musim kompetisi tahun 1932.[2]
Perpecahan Regional dan Era Divisi Bawah (1997–2000-an)
Memasuki era penggabungan kompetisi Galatama dan Perserikatan menjadi Liga Indonesia pada pertengahan 1994, PSM Madiun berjuang di kasta bawah (Divisi Dua). Pada musim 1997/1998, performa klub sempat melesat hingga menembus putaran final nasional dan meraih peringkat ketiga, sebelum akhirnya kompetisi dihentikan total akibat krisis moneter dan situasi politik nasional.
Pada tahun 1997 pula, sejarah internal sepak bola Madiun mengalami polarisasi mendalam. Akibat kebijakan pembagian wilayah administrasi antara pemerintahan kabupaten dan kota, wadah PSM Madiun terpecah menjadi dua entitas. Skuad bentukan Pemerintah Kabupaten Madiun bertransformasi menjadi Persekama Madiun, sementara identitas asli dan sejarah PSM Madiun tetap dipertahankan dan bernaung di bawah payung Pemerintah Kota Madiun.[2]
Masa Mati Suri dan Pembekuan oleh Askot (2010–2018)
Dekade 2010 menjadi masa paling kelam bagi perjalanan Laskar Wilis. Pada tahun 2010, gejolak dualisme kepengurusan internal mulai menggerogoti stabilitas klub. Di saat yang bersamaan, kebijakan alokasi anggaran belanja daerah (APBD) dari Pemerintah Kota Madiun dialihkan penuh untuk menyokong klub baru yang dibentuk, yaitu Madiun Putra FC (MPFC). Akibat dinilai tidak lagi memiliki kejelasan prestasi dan didera konflik internal, Ketua Pengcab PSSI Madiun saat itu, Bambang Irianto, secara resmi membekukan status PSM Madiun.[2]
Keputusan pembekuan ini membuat PSM Madiun terisolasi dari seluruh struktur kompetisi resmi di bawah naungan PSSI selama hampir sewindu. Selama masa vakum panjang tersebut, eksistensi klub praktis mati suri dan hanya mampu mengandalkan roda kompetisi internal antar klub lokal di Madiun demi menjaga denyut nadinya agar tidak hilang sepenuhnya dari sejarah.[2]
Pemulihan Status dan Kebangkitan Klub (2018–Sekarang)
Harapan baru bagi para pendukung setia Banteng Wilis akhirnya terwujud pada akhir tahun 2018. Melalui desakan kuat dari suporter arus bawah serta komitmen penyelamatan sejarah klub, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Madiun secara resmi mencabut status pembekuan PSM Madiun pada bulan Desember 2018. Pemulihan hak keanggotaan ini menandai kembalinya sang inisiator federasi ke panggung sepak bola tanah air, dimulai dengan keikutsertaan mereka dalam kompetisi Liga 3 Jawa Timur musim 2019.[1][3][5]
Stadion

Stadion Wilis adalah stadion yang berada di Kota Madiun. Stadion ini berkapasitas 25.000 penonton. Stadion ini merupakan markas dari PSM Madiun. Stadion ini juga markas dari tim sepak bola Kota Madiun yang lain yaitu: Madiun Putra FC. Nama Wilis sendiri adalah gunung berapi tidak aktif yang terletak di sebelah tenggara Kota Madiun yang merupakan perbatasan atau wilayah 6 Kabupaten yaitu: Kabupaten Madiun, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Stadion Wilis dibangun sejak tahun 1999 dengan biaya lebih dari 77 miliar. Pada tanggal tahun 2005, stadion ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat pembukaan digelar pertandingan kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia tahun 2005, antara PSM Madiun 1929 dengan PSPS Pekanbaru dengan kemenangan 4–2 dari PSM Madiun.[6]
Stadion ini pernah dipakai oleh klub sepakbola lain sebagai kandang, yaitu: Persija IPL (Jakarta FC), Persela Lamongan, Persik Kediri, Persis Solo, dll.[6]
Sponsor & Apparel
Berikut adalah kronologi pabrikan apparel resmi (kit supplier) serta kemitraan sponsor komersial (klub dan liga) yang melekat pada jersey tanding PSM Madiun sejak masa kebangkitan klub:
Basis Suporter & Kultur
Sebagai salah satu klub sepak bola bersejarah di Jawa Timur, PSM Madiun memiliki kultur pendukung yang berkembang seiring perjalanan klub dari masa ke masa. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya aktivitas sepak bola di Kota Madiun turut diiringi dengan berkembangnya komunitas suporter yang aktif mendukung PSM Madiun di berbagai kompetisi regional maupun nasional.[7]
Dua kelompok suporter yang dikenal menjadi bagian dari kultur tribun PSM Madiun adalah MVB (Madioensche Vokoid Brigade) dan The Mad Man.[8] Kehadiran kedua kelompok tersebut menjadi elemen penting dalam membangun kembali atmosfer pertandingan di Stadion Wilis, khususnya sejak klub kembali aktif mengikuti kompetisi sepak bola nasional tingkat bawah seperti Liga 3 dan Liga 4 Jawa Timur.
MVB (Madioensche Vokoid Brigade) dikenal sebagai kelompok suporter yang aktif mengawal perjalanan tim dalam pertandingan kandang maupun tandang. Kelompok tersebut beberapa kali terlihat hadir dalam pertandingan PSM Madiun dengan membawa atribut dukungan seperti syal, spanduk, giant flag, serta berbagai elemen visual tribun yang menjadi identitas pendukung klub. Sementara itu, The Mad Man berkembang sebagai kelompok suporter dengan identitas tribun yang lebih ekspresif melalui penggunaan koreografi, chant, hingga banner berukuran besar yang didominasi generasi muda sepak bola Kota Madiun.[9]
Perkembangan kultur tribun PSM Madiun menjadi salah satu bagian penting dalam upaya membangun kembali identitas sepak bola Kota Madiun setelah sempat mengalami penurunan aktivitas kompetitif dalam beberapa periode. Dukungan yang diberikan tidak hanya hadir dalam pertandingan resmi, tetapi juga pada agenda latihan bersama, pertandingan uji coba, pengawalan tim usia muda, hingga aktivitas dukungan melalui media sosial komunitas.[10]
Dalam sejumlah pertandingan kandang, tribun Stadion Wilis kerap dipenuhi nyanyian dukungan, koreografi, serta kibaran giant flag yang menjadi ciri khas pendukung PSM Madiun. Atmosfer tersebut turut meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola lokal dan memperkuat identitas klub sebagai representasi sepak bola Kota Madiun. Stadion Wilis sendiri merupakan markas PSM Madiun dengan kapasitas sekitar 25.000 penonton.[11]
Identitas “Laskar Banteng Wilis”
Identitas tersebut turut melekat pada PSM Madiun sebagai simbol karakter dan semangat perjuangan klub. Julukan tersebut merujuk pada ikon banteng yang identik dengan keberanian serta Gunung Wilis yang memiliki kedekatan geografis dan historis dengan wilayah Madiun dan sekitarnya.[12] Dalam perkembangan kultur suporternya, identitas Banteng Wilis kerap diwujudkan melalui visual tribun, desain koreografi, mural, chant, hingga berbagai atribut yang digunakan pendukung PSM Madiun di Stadion Wilis.
Di tengah kultur sepak bola Jawa Timur yang dikenal memiliki basis suporter fanatik di berbagai daerah, keberadaan MVB dan The Mad Man memperlihatkan bahwa sepak bola Kota Madiun masih memiliki ruang untuk terus berkembang, baik dari sisi prestasi, komunitas, maupun kultur tribun. Dukungan yang konsisten dari tribun juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga eksistensi PSM Madiun sebagai klub bersejarah yang masih memiliki basis pendukung loyal di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Prestasi
Nasional
- Piala Indonesia 1997-1998 Peringkat ke-3
- Liga 3 Nasional – Babak 16 besar
Regional
• Liga 3 Jawa Timur – Peringkat ke-6 (lolos ke putaran nasional)[13]
Lainnya
• Perserikatan 1932 – Peringkat ke-3
• Perserikatan 1934 – Peringkat ke-4
• Divisi III 1973- Juara Regional Dan Promosi Ke Divisi II
Kiprah Musim ke Musim
Berikut adalah rekam jejak performa PSM Madiun dalam kompetisi resmi sepak bola Indonesia dari masa ke masa:
| Musim | Nama Kompetisi | Level Kasta | Posisi Akhir | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1930 | Kompetisi Perserikatan PSSI | 1 | Peringkat Keempat | Musim perdana kompetisi PSSI (diikuti 4 klub) |
| 1931 | Kompetisi Perserikatan PSSI | 1 | Babak Penyisihan | |
| 1932 | Kompetisi Perserikatan PSSI | 1 | Peringkat Ketiga | Posisi tertinggi era klasik |
| 1933–1972 | Divisi III | 4 | Babak Penyisihan | Berkompetisi di tingkat regional / kasta bawah Perserikatan |
| 1973-1974 | Divisi III | 4 | Menjuarai Divisi III Dan Promosi Ke Divisi II | Tingkat Regional / Kasta Bawah |
| 1974–1997 | Divisi II Liga Indonesia | 3 | Babak Penyisihan | Era penggabungan Perserikatan dan Galatama |
| 1997/1998 | Divisi II Liga Indonesia | 3 | Peringkat Ketiga | Kompetisi dihentikan di putaran final nasional akibat krisis moneter |
| 1998–2018 | Liga Indonesia (Kasta Bawah) | Variasi | Tidak Diketahui | Mengalami masa-masa vakum dan dualisme internal klub |
| 2019 | Liga 3 Jawa Timur | 3 | Babak Penyisihan Grup | Gagal lolos ke babak 16 besar |
| 2020 - 2022 | Liga 3 Jawa Timur | 3 | Dibatalkan | Kompetisi tidak bergulir akibat Pandemi Covid-19 & terjadi tragedi Kanjuruhan |
| 2023/2024 | Liga 3 Putaran Regional & Nasional | 3 | Babak 8 Besar Regional & 16 Besar Nasional | Promosi ke Putaran Nasional setelah finis di papan atas Jatim |
| 2024/2025 | PNM Liga Nusantara | 3 | Babak Play-off Degradasi | Era transisi Liga 3 ke Liga Nusantara; Terdegradasi ke Liga 4 |
| 2025/2026 | Liga 4 Jawa Timur | 4 | Babak Grup (Peringkat 3 Grup A) | Gagal melaju ke Babak 32 Besar Liga 4 |
Pelatih
Berikut adalah urutan pelatih yang pernah menangani PSM Madiun dari musim terbaru hingga ke belakang.
° Rudi Haryono (2025/2026)[14]
Melatih di musim terbaru (Liga 4 Jawa Timur). Dikenal saat membawa tim menang telak 11-0 lawan PSHW Ponorogo sebelum akhirnya tim terhenti di fase grup.
° Edy Santoso (2024/2025)[15]
Menangani tim di kompetisi Liga Nusantara (Liga Nusantara). Ia didampingi oleh Rony Firmansyah sebagai asisten pelatih.[16]
° Kodari Amir (2023/2024)[17]
Pelatih yang paling sukses di era modern karena berhasil membawa PSM Madiun menembus babak 16 besar Putaran Nasional Liga 3.[13][18]
° Moch. Fachrudin (2023)[19][20]
Menangani tim di awal masa persiapan dan seleksi musim 2023. Ia berperan besar membangun kerangka awal skuad sebelum estafet kepelatihan dilanjutkan oleh Kodari Amir untuk putaran kompetisi resmi.
° Roni Tri Prasnanto (2019/2020)[21]
Melatih pada masa awal kebangkitan PSM Madiun setelah vakum lama. Sosok legenda kiper ini memegang kendali tim sebelum akhirnya sempat pindah ke klub tetangga, Madiun Putra.[22][23]
° Siswanto (2019)
Sempat menjabat sebagai pelatih utama saat PSM Madiun mulai aktif kembali mendaftar di Liga 3 regional Jawa Timur.[24]
° Hasan (2018)
Melatih di masa-masa awal pembentukan tim kembali (reborn) untuk mengikuti turnamen-turnamen pendek dan seleksi pemain lokal Madiun.[25]
Ini menunjukkan bahwa PSM Madiun sering menggunakan jasa pelatih yang memiliki pengalaman kuat di sepak bola Jawa Timur untuk mengembalikan kejayaan mereka.
Top Skor
1. Ridwan Pri Handoko (Total: 8 Gol)
Ridwan menjadi tumpuan utama PSM Madiun selama dua musim berturut-turut sebelum akhirnya pindah ke Persida Sidoarjo pada akhir 2025.
• Musim 2023/2024 (Liga 3): Mencetak 7 gol (1 gol di Putaran Provinsi Jatim dan 6 gol di Putaran Nasional).
• Musim 2024/2025 (PNM Liga Nusantara): Mencetak 1 gol saat melawan PSCS Cilacap pada Januari 2025.
2. Muchammad Rezeki Saputro (Total: 6 Gol)
Musim 2025/2026 (Baru-baru ini): Menjadi fenomena baru di Liga 4 Jawa Timur dengan koleksi 6 gol hanya dalam satu musim singkat, termasuk quattrick melawan PSHW Ponorogo.
3. Achmad Dwi Firmansyah (Total: 5-6 Gol)
• Musim 2023/2024: Mencetak sekitar 2-3 gol (termasuk saat melawan AC Majapahit).
• Musim 2024/2025: Mencetak 3 gol, menjadikannya top skor klub di musim tersebut bersama Rian Hidayat menurut catatan Transfermarkt.
4. Rian Hidayat (Total: 3 Gol)
• Musim 2024/2025: Mencetak 3 gol pada musim Liga Nusantara 2024/2025.
Pemain
Berikut skuat yang diturunkan untuk Liga 3 2019 Jawa Timur.[26]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.
|
|
Legenda PSM Madiun (Banteng Wilis)
Era Perserikatan (1950 – 1980-an) Pada era Perserikatan, PSM Madiun dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola daerah di Jawa Timur. Klub ini berhasil melahirkan banyak talenta lokal yang mampu menembus level provinsi hingga nasional, bahkan berkiprah di kompetisi Galatama. Berikut beberapa pemain legendaris yang tercatat dalam sejarah kejayaan PSM Madiun:
Generasi Awal (1950 – 1960-an)
1. Darto
Salah satu pemain generasi awal setelah kemerdekaan. Aktif membela PSM Madiun dan klub internal TOP pada periode 1954–1960. Ia termasuk perintis yang berperan penting dalam membangun fondasi sepak bola di Madiun.
2. Sarno
Pemain berbakat era 1950-an yang dikenal dengan gaya bermain cepat dan agresif. Kemampuannya mengantarkannya masuk ke skuad Jawa Timur, sebuah prestasi bergengsi pada masa itu.
Generasi Emas (1960 – 1970-an)
3. Samun Reza
Penyerang andalan PSM Madiun pada akhir 1960-an hingga 1970-an. Ketajamannya membuat ia direkrut oleh klub besar Galatama seperti Niac Mitra Surabaya dan juga terkait dengan Persebaya. Ia dikenal sebagai salah satu top skor dan kemudian menjadi figur mentor dalam kebangkitan PSM Madiun pada tahun 2019.[27]
4. Sutarno H. (Sutarno Gajah)
Striker legendaris yang menjadi pasangan duet maut Samun Reza di lini depan. Kombinasi keduanya dikenal tajam dan menjadi kekuatan utama PSM Madiun pada masa kejayaannya.[1]
5. Suwardi
Pemain andalan yang pernah memperkuat tim PON Jawa Timur. Keberhasilannya menembus level provinsi menunjukkan kualitas tinggi yang dimiliki pemain PSM Madiun.
6. Koes Amin Sujonto
Koes Amin Sujonto merupakan mantan pemain PSM Madiun dan S.I.S Ia pernah mengikuti pemusatan latihan (TC) tim nasional Indonesia di Salatiga pada era 1960-an. Setelah pensiun sebagai pemain, Koes Amin Sujonto aktif sebagai pengurus sepak bola di Kota Madiun dan menjabat sebagai Ketua Umum PSM Madiun pada periode 1970–1999. Namanya dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan dan keberlangsungan PSM Madiun pada era Perserikatan.[28]
Generasi Transisi (Akhir 1970 – 1980-an)
7. Suyanto
Pilar lini belakang PSM Madiun pada musim 1979/1980. Ia menjadi bagian penting pertahanan tim dan kemudian mampu menembus kompetisi kasta tertinggi nasional.[1]
8. Darmo
Pemain serba bisa yang mengisi lini belakang maupun tengah. Dikenal karena konsistensi dan kontribusinya dalam menjaga performa tim di tingkat regional.
9. Nono Djatikusumo
Nono Djatikusumo merupakan mantan pemain PSM Madiun pada era 1980-an. Ia kemudian menjabat sebagai Ketua Askot PSSI Kota Madiun dan turut berperan dalam mengaktifkan kembali PSM Madiun. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai manajer tim PSM Madiun dalam kompetisi Liga 3.[1][29][5]
PSM Madiun pada era Perserikatan tidak hanya menjadi klub daerah biasa, tetapi juga pusat pembinaan talenta sepak bola di Jawa Timur. Dari generasi awal hingga era transisi menuju sepak bola modern, klub ini berhasil melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional, bahkan menembus kompetisi Galatama.
Pengembangan Usia Muda
Kejayaan PSM Madiun Junior
PSM Madiun sebagai salah satu dari tujuh klub pendiri PSSI (Seven Founders), memiliki rekam jejak emas dalam pembinaan pemain muda yang menjadi pilar kekuatan sepak bola nasional di era Perserikatan.
Puncak kejayaan junior klub yang berjuluk Laskar Wilis ini terjadi pada tahun 1970, di mana mereka berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.Di bawah asuhan pelatih dan manajemen lokal yang militan, PSM Madiun Junior era 70-an dikenal sebagai "Kawah Candradimuka" talenta berbakat di Jawa Timur.
Keberhasilan mereka menembus jajaran elite nasional bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari sistem kompetisi internal Madiun yang sangat kompetitif saat itu (melibatkan klub-klub lokal seperti IM Purbaya dan Ambassador). Kemenangan legendaris tahun 1970 sering dirujuk sebagai bukti bahwa Madiun pernah menjadi kiblat sepak bola remaja Indonesia, bersaing ketat dengan Persija dan Persebaya.[26]
Mengembalikan Marwah Sang Pendiri
Prestasi ini menjadi legitimasi historis bagi target ambisius klub saat ini dalam Piala Soeratin. Dengan mengusung DNA juara masa lalu, PSM Madiun berupaya membuktikan bahwa mereka bukan sekadar klub sejarah, melainkan institusi sepak bola yang memiliki fondasi pembinaan yang teruji lintas generasi.[26][30]
Kompetisi Internal
Sebagai klub perserikatan (Bond), PSM Madiun memiliki tradisi panjang dalam memutar roda kompetisi liga internal sejak era kolonial Hindia Belanda ketika masih bernama Madioensche Voetbal Bond (MVB) Kompetisi internal ini berfungsi sebagai rahim dan wadah pembinaan utama untuk menyaring talenta-talenta lokal di wilayah Madiun Raya sebelum mereka dipromosikan ke skuat utama PSM Madiun [31].
Sejarah dan Pasang Surut
Pada era 1950-an hingga akhir 1980-an, liga internal PSM Madiun dihuni oleh klub-klub amatir lokal legendaris yang tersebar di wilayah kecamatan dan desa. Beberapa nama klub internal yang tercatat aktif dalam dinamika kompetisi perserikatan kala itu meliputi Klub TOP (Tjepat-Oentoeng-Pertjaja), Klub SIS, dan Klub PANDORA. Namun, memasuki akhir era 1980-an, kompetisi internal ini sempat meredup akibat masalah pendanaan yang macet dan kurangnya keseriusan pengurus dalam mengelola ekosistem pembinaan klub bawah tanah. Konflik dualisme manajerial yang terjadi sejak tahun 2011 kemudian memaksa roda kompetisi internal ini mati suri total bersamaan dengan vakumnya klub utama PSM Madiun dari kancah sepak bola nasional [32].
Upaya Reaktivasi
Pasca-terpilihnya Nono Djatikusumo sebagai Ketua Askot PSSI Madiun pada akhir tahun 2018, manajemen mencanangkan program reaktivasi liga internal untuk menyelamatkan sisa-sisa ekosistem pembinaan lokal [33]. Tercatat terdapat 23 klub internal yang terdaftar resmi di bawah payung Askot PSSI Madiun dan perserikatan PSM Madiun [32].
Pada Desember 2018, kompetisi ini kembali diputar secara bertahap guna menjaring pemain lokal asli daerah untuk mengisi komposisi skuat utama PSM Madiun menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Jawa Timur 2019 serta pembentukan tim Porprov Kota Madiun [32]. Hingga era modern, klub-klub internal Askot ini tetap dijadikan instrumen penyaring berkala ketika manajemen melakukan seleksi terbuka pembentukan tim utama [34].
e-Sports
Pada tahun 2019, PSM Madiun juga mulai terjun ke dunia eSports dan membentuk tim eSports yang bernama Sunken Relic di divisi Mobile Legends: Bang Bang, Tim ini merupakan satu-satunya yang dimiliki oleh klub Liga 3.[35]
Referensi
- 1 2 3 4 5 "Ketika PSM Madiun, Sang Pendiri PSSI, Bangkit dari Tidur Panjangnya".
- 1 2 3 4 5 6 Bola.com (2016-04-19). "PSSI 86 Tahun: Kisah 7 Klub Pendiri". bola.com. Diakses tanggal 2026-05-12.
- 1 2 Ristanto, Hengky (2022-07-27). "PSM Madiun Dapat Investor Baru". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-12.
- ↑ ILeague. "PSM Madiun Tetap Nothing to Lose Meski Sudah Dipastikan Terdegradasi". www.ligaindonesiabaru.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-12.
- 1 2 Marhaban (MG-90), M. (2019-06-20). "PSM Madiun Bertekad Bangkitkan Sepakbola di Madiun". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-14. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- 1 2 "SIDITA | Stadion Wilis / Gor Wilis". sidita.disbudpar.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 2026-05-16.
- ↑ "PSM Madiun Meniti Asa Kebangkitan". Kompas.id. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
- ↑ "PSM Madiun". PSSI Jawa Timur. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
- ↑ "PSM Madiun". PSSI Jawa Timur. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
- ↑ "PSM Madiun Meniti Asa Kebangkitan". Kompas.id. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
- ↑ "Stadion Wilis Madiun". DiMadiun.com. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
- ↑ "PSM Madiun". PSSI Jawa Timur. Diakses tanggal 18 Mei 2026.
- 1 2 Ahsani, Mizan (2024-02-02). "Lolos Liga 3 Putaran Nasional, PSM Madiun Bakal Rombak Skuad". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ H, Erlita (2025-12-06). "PSM Madiun Incar Tiga Poin Kontra Persedikab, Coach Rudi Minta Pemain Fokus Total". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Analisa Berita Kota Madiun". analisaberita.madiunkota.go.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ ILeague. "Klub klub Terbaik dari Psm%20kota%20madiun". www.ligaindonesiabaru.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ H, Erlita (2024-05-13). "Komentar Coach Kodari Amir setelah PSM Madiun Taklukkan PSDB Demak, Sebut Begini soal Rumput Stadion". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Mirisnya PSM Madiun yang Gagal 8 Besar Liga 3 Nasional, Latihan di Parkiran dan Alun-Alun akibat Minim Perhatian - Radar Madiun - Terdepan Kabarkan Fakta". radarmadiun.jawapos.com. 2024-05-29. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Ristanto, Hengky (2022-08-22). "Eks Coach Persinga Latih PSM Madiun". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Moch. Fachrudin - Sejarah". www.transfermarkt.co.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Roni Prasnanto - Profil pemain". www.transfermarkt.co.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Bola.com (2021-09-06). "Kisah Roni Tri Prasnanto, Bangga Main Bareng Hendro Kartiko di Persija". bola.com. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Ristanto, Hengky (2022-06-27). "Resmi, Roni Tri Prasnanto Latih MPFC". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ Marhaban (MG-90), M. (2019-06-17). "Siswanto Jadi Pelatih Utama PSM Madiun". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2026-05-14. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Administrator (2019-02-24). "Derby Madiun Sulit Terwujud". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- 1 2 3 https://radarmadiun.jawapos.com/madiun/2602020051/seleksi-ketat-pemain-psm-madiun-u17-ratusan-talenta-lokal-disaring-untuk-arungi-piala-soeratin-jatim-2026
- ↑ INDONESIA, PANDIT FOOTBALL. "Suporter Bisa Apa untuk PSM Madiun?". panditfootball.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ @mvb.official. "Sejarah dan tokoh PSM Madiun". Diakses tanggal 20 Mei 2026 – via Instagram. Missing or empty |postid= (help); Missing or empty |date= (help)
- ↑ Kompas, Tim Harian (2023-08-21). "PSM Madiun Meniti Asa Kebangkitan". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ H, Erlita (2026-04-17). "PSM Madiun U-17 Masih Labil, Pelatih Soroti Mental dan Recovery Pemain". Radar Madiun (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-14.
- ↑ "Ketika PSM Madiun, Sang Pendiri PSSI, Bangkit dari Tidur Panjangnya". KumparanBOLA. 12 Juni 2019.
- 1 2 3 Idris, Firzie A. (14 Desember 2018). "Selamat Datang (Lagi), PSM Madiun". IDN Times.
- ↑ "PSM Madiun Bertekad Bangkitkan Sepakbola di Madiun". TIMES Indonesia. 20 Juni 2019.
- ↑ "Eks Coach Persinga Latih PSM Madiun". Radar Madiun. Jawa Pos. 22 Agustus 2022.
- ↑ PSM Madiun bentuk tim eSports. indosport.com. 1 Juli 2019. Diakses tanggal 2/07/2019
Pranala luar
| Putaran pra-nasional | |||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Putaran provinsi |
| ||||||||||||||||
- Instagram PSM MADIUN YOUTHhttps://www.instagram.com/psmmadiunyouth?igsh=MTBqcTE0dzRvcXYzdg==
- YouTube PSM Madiun TVhttps://youtube.com/@psmmadiun5283?si=24hcTmX19n9zZ9gS
- Instagram MADIOENSCHE VOKOID BRIGADE ( MVB )https://www.instagram.com/mvb1929?igsh=MWhqaXB3eDJjOGJoOA==