Pada revolusi 5 Oktober 1910, monarki Portugal digantikan oleh republik. Orde ini, yang dianggap dinasti, terus diberikan oleh Raja Manuel II dari Portugal. Setelah kematiannya, Ratu dan Ibu Suri terus menggunakan lencana Nyonya Besar dari orde ini.
Pada tahun 1986, Duarte Pio mendirikan kembali Orde Santa Isabela sebagai orde dinasti kehormatan Wangsa Kerajaan Portugis, dan mengklaim Kedaulatan Agungnya. Adipatni Braganza adalah Nyonya Besar saat ini. Wangsa Kerajaan sejak tahun 2000 telah menganugerahkan orde ini kepada berbagai ratu, putri kerajaan, dan wanita yang berdedikasi kepada badan amal Portugal. Selain itu, Wangka Kerajaan juga menganugerahkan orde ini sebagai penghormatan kepada wanita bangsawan Portugal pada hari raya orang kudus yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 4 Juli di Biara Santa Clara-a-Nova di Coimbra.
Lencana
Selempang dari Orde Santa Isabela berwarna merah muda pucat dan memiliki garis putih di tengahnya. Terdapat mendali mahkota yang menyertai selempang ini. Pada mendali mahkota tersebut, terdapat gambar Ratu Suci yang memberikan uang kepada orang miskin. Gambar Ratu Suci ini dikelilingi oleh bingkai dengan bunga mawar, yaitu sebuah singgungan pada keajaiban Sang Ratu. Motto lambang tersebut adalah Pauperum Solatio ("Penghiburan bagi Orang Miskin").
Wanita Orde Isabela Saat Ini
Acara pengangkatanan Wanita Mulia Santa Isabela dilaksanakan tahunan di Biara Santa Clara di Coimbra setiap tanggal 4 Juli.[1][2]