OranjegektePendukung timnas Belanda berpakaian oranye saat UEFA Euro 2012Warga Belanda sebelum pertandingan Belanda vs Australia
Oranjegekte ("kegilaan oranye") atau Oranjekoorts ("demam oranye") adalah fenomena di Belanda yang muncul saat acara olahraga besar, terutama pada kejuaraan sepak bola internasional, Grand Prix Formula Satu, serta perayaan Koningsdag, hari libur tahunan untuk merayakan ulang tahun raja. Fenomena ini terlihat dari pakaian serba oranye seperti kaos, topi, syal; perhatian media pada olahraga dan para pendukung; serta hiasan oranye pada mobil,[1] kamar, rumah, toko, bahkan seluruh jalan.[2] Warna oranye merupakan warna tradisional keluarga kerajaan Belanda, Wangsa Oranye-Nassau.
Sejarah
Awalnya oranjegekte hanya muncul pada hari-hari perayaan monarki, lalu berkembang ke acara olahraga.[3] Perayaannya biasanya diorganisasi oleh perkumpulan lingkungan dan Oranjeverenigingen ("asosiasi oranye"), dengan dukungan dana pemerintah. Contoh besar terjadi saat pernikahan Julianadari Belanda (waktu itu putri mahkota) dan Bernharddari Lippe-Biesterfeld pada Januari 1937; di Emmen dan beberapa tempat lain, pesta berlangsung hingga pecahnya Perang Dunia II.[4]
Pada tahun 1934, fenomena ini mulai dikaitkan dengan olahraga ketika ribuan pendukung Belanda pergi ke Italia untuk Piala Dunia 1934—meski belum memakai atribut oranye—dan memenuhi jalanan sambil menyanyikan "We gaan naar Rome toe" ("Kita pergi ke Roma"). Oranjegekte benar-benar memuncak pada Piala Dunia 1974, ketika 30–40 ribu pendukung hadir di setiap pertandingan: "Selama turnamen, fenomena baru muncul: oranjegekte nasional dan massa pendukung yang mengikuti tim." Kekalahan 2–1 dari Jerman Barat di final tidak mengurangi antusiasme, meski lukanya baru sembuh setelah UEFA Euro 1988.[5]
Oranjegekte sering dibandingkan dengan Tartan Army dari Skotlandia—keduanya dianggap bagian dari pembentukan identitas nasional, bersifat pribadi sekaligus kolektif, dan tidak sepenuhnya rasional.[6] Fenomena ini juga dipupuk lembaga seperti Komite Olimpiade Belanda, yang mengadakan acara untuk meningkatkan "demam oranye" dan dukungan bagi atlet Olimpiade Belanda.[7]
Fenomena ini juga penting bagi dunia bisnis. Banyak perusahaan merilis edisi oranye dari produk mereka. Iklan dan promosi biasanya menyesuaikan, terutama saat Piala Dunia FIFA.[butuh rujukan] Banyak merek dan supermarket mengeluarkan suvenir khusus—seperti topi Heineken serta Wuppies, Welpies, dan Beesies dari Albert Heijn.[butuh rujukan] Musisi populer pun sering merilis lagu khusus menjelang Euro atau Piala Dunia, umumnya merujuk pada tim nasionalsepak bola Belanda, yang biasanya dipanggil sebagai Oranje (Oranye).[butuh rujukan]
Galeri
Sebuah perumahan didekorasi dengan atribut berwarna oranye
Warga Belanda berpakaian oranye saat perayaan Koningsdag
Pendukung timnas Belanda memenuhi jalanan kota Leipzig, Jerman
↑Blockmans, W.P. (2006). "De toegevoegde waarde". Dalam D.J. Elzinga (ed.). De Nederlandse constitutionele monarchie in een veranderend Europa[The Dutch constitutional monarchy in a changing Europe] (dalam bahasa Belanda). Kluwer. hlm.127–32. ISBN9789013037777. Diakses tanggal 5 June 2012.