Kecelakaan Penerbangan 269 merupakan kecelakaan pesawat terbesar kedua di Thailand sejak Thai Airways Penerbangan 261 kecelakaan di daerah persawahan pada 1998, menewaskan 101 orang.
Pilot pesawat adalah seorang Indonesia berusia 56 tahun bernama Arief Mulyadi, yang merupakan mantan pilot TNI-AU dan pilot kepala maskapai tersebut. Ia ikut tewas dalam kecelakaan ini. NTSB Amerika menyatakan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan pilot, di mana mereka tidak dilatih dengan baik oleh maskapai One-Two-GO. Maskapai tersebut tidak memiliki program keselamatan yang baik dan kedua pilot mengalami kelelahan akibat jam kerja yang panjang.
Korban selamat dan tewas
Delapan puluh sembilan penumpang, termasuk satu pilot, tewas. Jenazah satu pilot mereka, Arief Mulyadi dapat diidentifikasi.
Beberapa kedutaan besar dan kementerian di Bangkok telah mengkonfirmasikan jumlah korban berikut:
Kedutaan besar AS: 4 tewas, 1 selamat
Kedutaan besar Australia: 1 tewas, 1 selamat
Kedutaan besar Britania Raya: 2 luka-luka
Menteri luar negeri Prancis: 3 tewas, 1 luka-luka, 6 hilang
Pejabat negeri Jerman: 1 tewas, 4 luka-luka
Menteri luar negeri Irlandia: 1 tewas
Kedutaan besar Iran: 18 meninggal, 6 luka-luka
Media Israel: 8 meninggal, 2 luka-luka
Tiga rumah sakit (RS Bangkok-Phuket, RS Siriroj, dan RS Vachira Phuket) merawat korban luka-luka mendapat pengeluaran mengikuti korban selamat disetujui oleh beberapa warga negara:
1 Australia, 1 Austria, 8 Inggris, 1 Kanada, 2 Belanda, 4 Jerman, 3 Iran, 3 Irlandia, 2 Israel, 1 Italia, 2 Swedia, dan 14 Thailand.